Garap Wisata Bahari, Dapat Bantuan dari KKP

207

AKHIR-akhir ini, MASKOT lebih berkonsentrasi pada pemanfaatan pantai untuk dijadikan wisata berbasis alam dan fantasi. Nelayan, karang taruna, PKK dan masyarakat umum rencananya juga dilibatkan di dalamnya. Inovasi itu, ungkap Nurul, disambut gembira oleh Pemerintah Desa Tunggul. Terutama Drs H M Yasin, Kades Tunggul.

Pemdes memberi perhatian dengan mengalokasikan dana desa untuk pengembangan wisata. Satu icon yang sudah berhasil dibangun ialah jembatan warna menuju area padang lamun. “Kita juga mendapat bantuan dari kementerian pusat untuk penambahan fasilitas pariwisata berupa; speed boat satu, banana boot satu, sofa boat satu, kasur boat satu dan jaket pelampung dua puluh,” ungkapnya tersenyum.

Ia memaparkan, keinginannya untuk memanfaatkan pantai di bidang pariwisata disambut antusias Dinas Perikanan kabupaten dan provinsi. Mereka diberi saran untuk membuat proposal untuk mendapat bantuan berupa fasilitas wisata yang ditujukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Beruntung, pengajuannya disetujui.

Selama ini, Meraka juga beberapa kali melakukan studi banding. Akhir Bulan April, MASKOT diajak Dinas Perikanan Kab. Lamongan studi pengelolaan wisata di Desa Pejarakan, Kab. Buleleng, Bali. Desa yang mendapat suport dari LSM luar negeri untuk pelestarian alam dan penanganan sampah plastik.

“Sebenarnya penerapan wahana tiap daerah mesti berbeda. Tapi, yang saya cari itu bagaimana managemen semua kegiatannya. Kita pernah studi ke Desa Ponggok Jawa Tengah juga, mas. Dan mereka terbaik dalam segi pengelolahannya. Kami ingin, terumbu karang yang ada nanti kami gunakan untuk wisata under water dan melibatkan nelayan sebagai pemandu,” ujarnya.

Mereka berharap, terus mendapat suport dan bantuan dari pemerintah serta berbagai pihak yang dibutuhkan. Sedikitnya ada lima hal yang akan dilakukan kedepan. Yaitu; pengembangan fasilitas pendukung wisata, pemberdayaan nelayan sebagai bagian kegiatan wisata, pemberdayaan perempuan sebagai penyedia kuliner, pemberdayaan karang taruna dan membuat seat plan pariwisata yang terintegrasi mulai wahana permainan dan alam.

“Kami juga ingin ada budi daya ikan dengan kerambu apung untuk nelayan. Namun, yang paling utama adalah tetap menjaga dan melestarikan ekosistem pantai demi masa depan anak cucu. Karena laut Jatim adalah masa depan bangsa,” pungkasnya. (fan)

 

Susunan Pengurus Pokmaswas MASKOT

Ketua              : Nurul Alif

Wakil               : Winarto

Sekretaris        : Agus Eswandi

Bendahara       : M Shodiq

Pengawas        : Andika Agustian SH

Baca juga: Jaga Ekosistem Pantai, Berdayakan Masyarakat Nelayan