Gegara Corona, Pilkades Serentak di Sidoarjo Ditunda

419

SIDOARJO- Agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo yang sedianya akan dilaksanakan pada 19 April mendatang, akhirnya ditunda.

Keputusan itu disampaikan Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Saifuddin setelah menggelar rapat bersama Forkopimda Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (26/3/2020).

“Mengingat adanya surat edaran dari Kemendagri dan maklumat Kapolri tentang mewabahnya virus Corona, maka saya putuskan Pilkades sidoarjo ditunda sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Cak Nur, panggilan akrab Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Saifuddin, usai rapat.

Hadir dalam rapat itu Ketua DPRD Sidoarjo, Usman, Kapolesta Sidoarjo Kombespol Sumardji, Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono, perwakilan Kodim 0816/Sidoarjo, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Subandi, Sekdakab Sidoarjo, A. Zaini dan Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD), Heru Sulthan.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin saat memimpin rapat bersama Forkopimda Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (26/3/2020).

“Meski dilakukan penundaan, kita minta tahapan-tahapan pilkades yang tidak melibatkan banyak orang tetap berjalan dan diselesaikan,” pinta Cak Nur menambahkan.

Baca Juga  Dana Desa Jatim 2020 Tembus Rp 7,65 Triliun, Berikut 10 Kabupaten dengan Alokasi Terbesar dan Terkecil

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Sumardji juga menegaskan, keputusan penundaan Pilkades yang sedianya akan diikuti 175 desa itu salah satunya memang didasarkan pada Maklumat Kapolri, nomor 2 Tahun 2020, tertanggal 19 Maret 2020.

Dalam maklumat itu, salah satu poinnya meminta segenap jajaran untuk tidak menggelar kegiatan yang bersifat mengumpulkan atau mendatangkan massa, demi menghindari penyebaran virus Corona (Covid-19). Sementara, gawe Pilkades serentak dipastikan akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

“Jadi, kami dari kepolisian menyarankan, agar Pilkades serentak di Sidoarjo ditunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kondisi amannya oleh pemerintah pusat,” ujar Sumardji.

Ketua FKKD Kab. Sidoarjo, Heru Sulthan, pun mengamini keputusan tersebut. Ia juga menerima apa yang sudah menjadi keputusan bersama. Cuma, Heru berharap agar Pemkab Sidoarjo segera membuat surat penundaan dan menginformasikannya ke desa-desa.

Baca Juga  Dua Parasamya Warisan Paling Monumental
Baliho Calon Kepala Desa Keboan Anom, Gedangan, Sidoarjo yang sudah terpasang di sudut desa, beberapa Minggu terakhir.

“Kami sepenuhnya menerima keputusan ini. Jika memang pilihan yang terbaik adalah ditunda, maka kami ikuti. Hanya kami minta pemkab segera membuat surat secara resmi dan dikirim ke desa-desa”, ujar Heru yang juga Kades Suwaluh, Kec. Balongbendo ini. (*)