Gelar Safari Ramadan, Bupati Tuban Fokus Tangani Kemiskinan

104
Pemkab Tuban menggelar agenda Safari Ramadan Tilik Desa, Selasa (7/5).

Pemerintah Kabupaten Tuban mengawali agenda Safari Ramadan Tilik Desa di Desa Ngrojo, Kec. Bangilan, Selasa (7/5). Acara yang dipimpin bupati dan wakil bupati itu menyasar desa-desa di Kabupaten Tuban. Dalam agenda kali ini, Desa Ngrojo menjadi lokasi yang pertama.

Bupati Fathul Huda, pada kesempatan tersebut mengatakan ajang kali ini difokuskan untuk menangani kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sejauh ini angka kemiskinan di daerahnya mengalami penurunan. Itu terlihat dari jumlah angka kemiskinan di tahun 2018 sebesar 178.640 jiwa yang menurun sebesar 17.460 orang (1.56 persen).

“Ditargetkan pada tahun 2021 angka kemiskinan dapat ditekan hingga 12,50 persen,” katanya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Tuban telah memaksimalkan berbagai sumber pendanaan, baik dari APBN, APBD, Baznas, hingga CSR perusahaan. Adapun sumber yang berasal dari APBN yakni, Program Keluarga Harapan (PKH). Khusus program ini, sampai tahun 2019, telah disalurkan kepada 57.919 keluarga.

Selanjutnya ialah program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang berbentuk beras dan atau telur senilai Rp.110.000 per KPM tiap bulan.

“Jika masih ada masyarakat miskin yang belum dapat, segera laporkan ke Kades dan Camat,” kata Fathul Huda.

Sementara itu, untuk program yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban berupa Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan infrastruktur air bersih, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air limbah, dan bantuan pangan siap saji/rantangan, serta santunan.

Untuk program RTLH, telah dilaksanakan pemugaran pada 15 unit rumah di Kecamatan Bangilan dan 16 unit rumah di Kecamatan Senori. Lebih lanjut, Bupati Huda juga menyampikan bantuan pangan siap saji/rantangan dikirimkan 2 kali per hari untuk fakir miskin sebatang kara. Sampai saat ini program itu masih berjalan di Kecamatan Tuban, Semanding, Merakurak dan Palang.

“Kedepannya, akan diperluas sesuai dengan anggaran APBD,” terangnya.

Di akhir sesi, Bupati Huda mengajak semua kalangan untuk hidup rukun dan saling menghargai. Agar, masyarakat bisa terus memupuk persatuan.

“Mencintai tanpa batas, tanpa memandang perbedaan. Saling menjaga kondusivitas antar warga dan jangan sampai terpecah belah,” katanya.

Seperti diketahui, bupati dan wabup menyerahkan sejumlah penghargaan ke sejumlah kalangan, antara lain: Pemdes, penyelenggara TPQ, penggerak UKM dan IKM, serta Komunitas Informasi Seputar Bangilan Tuban (ISBAT). (mct, rid)