Gencar Promosi, Agendakan Festival

202

Salah satu usaha yang gencar dilakukan guna memopulerkan wisata Bukit Jamur adalah promosi. Pada Bulan Oktober 2017 lalu, pengelola mengadakan even bertajuk Festival Bukit Jamur dengan menampilkan Cak Nun dan Gamelan Kiai Kanjeng dalam puncak acara. Malam puncak itu dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Dalam festival tersebut, panitia juga meramaikannya dengan beragam kegiatan. Yaitu, lomba fotografi, bazar murah UMKM Gresik dan melukis damar kurung sebagai budaya asli Gresik. Rangkaian agenda itu berhasil memantik beragam kalangan komunitas. “Kegiatan segera kami agendakan dan menyusul untuk terus mempromosikan Bukit Jamur,” tutur Reza.

Usai dilukis, puluhan damar kurung peserta dipasang rapi memanjang berjarak 1,5 meter antara satu dan yang lainnya. Di kala malam, damar kurung itu menyala indah warna-warni. Ada yang kuning, ungu, merah, jingga dan lain-lain. Suasana di area wisata pun lebih terkesan artistik.

Mayoritas masyarakat, kata dia, merespon baik agenda festival ini. Mereka memberi masukan untuk mempertahankan dan mengembangkan kawasan ini menjadi salah satu objek wisata alam di Gresik agar nanti mampu jadi destinasi andalan kabupaten.

Ali, salah satu pengunjung yang hadir dalam puncak acara sangat mengapresiasi agenda Festival Bukit Jamur. “Menurut saya, baru kali ini Bukit Jamur benar-benar ramai. Apalagi pas sinau bareng Cak Nun, pengunjung membeludak, sampai ribuan. Kaki kami sampai penuh lumpur karena sebelumnya hujan,” kata Ali lantas terkekeh. (ndi)