Gerakan Sejuta Masker Kain untuk Kabupaten Probolinggo

215

Pemkab Probolinggo mengharuskan masyarakat menggunakan masker jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah. Itu dilakukan dalam situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang makin meluas.

Sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan World Health Organization (WHO), dalam mengurangi penyebaran virus corona Pemkab Probolinggo menjalin sinergi melalui gerakan ‘Sejuta Masker Kain untuk Kabupaten Probolinggo’. Langkah nyata ini melalui sosialisasi pemakaian masker dan sekaligus pembagian masker kain untuk masyarakat.

Guna memastikan stok masker tersedia, Pemkab memberdayakan sejumlah UKM yang membidangi garmen untuk memproduksi secara massal masker kain, agar nanti secara bertahap bisa segera didistribusikan ke masyarakat.

Yulius Christian, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kab Probolinggo sangat mengapresiasi para UKM bidang garmen yang ikut peduli pada wabah virus corona ini. Pihaknya yakin para UKM garmen ini mampu men-support kebutuhan masker kain satu juta lebih.

Baca Juga  Harkitnas, Dinas Sosial Jatim Gelar Donor Darah

“Saat ini kami terus mendorong dan memberdayakan pelaku UKM garmen dan penjahit di wilayah kecamatan dan desa agar lebih mempercepat produksinya. Ternyata mereka juga mempersiapkan ribuan masker kain untuk donasi,” ungkap Yulius, saat memantau pelaksanaan produksi masker kain pada beberapa UKM di wilayah Kota Kraksaan.

Mahrus Ali, owner UKM Batik Tulis Ronggomukti Kota Kraksaan, yang juga mendapatkan tugas memproduksi masker kain, mengaku bersyukur atas tugas membuat masker berbahan kain batik yang diembannya.

Ia tidak semata-mata mendapatkan keuntungan penjualan masker kain, namun pihaknya bisa sedikit bernapas lega, sebab di tengah sepinya pembelian produk batik, pihaknya masih bisa memberdayakan karyawan guna men-support kebutuhan masker kain untuk Kabupaten Probolinggo. (*)