Giliran Khofifah dan Cak Nur Pimpin Bersih-bersih Kali Buntung

57

Setelah Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memimpin langsung aksi bersih-bersih Kali Buntung Waru, Sidoarjo di hari pertama, Senin (20/1/2020), kini giliran Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang meninjau langsung lokasi tersebut, Selasa malam (21/1/2020).

Khofifah tidak sendiri, ia didampingi Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin alias Cak Nur, Kepala BPBD Prov. Jatim Suban Wahyudiono, dan Danmenbanpur 2 Marinir Karangpilang Kol (Mar) Citro Subono.

Sekitar satu jam, Khofifah di lokasi bersih-bersih, mulai pukul setengah sebelas hingga pukul setengah dua belas malam. Di bawah jalan layang Waru itu Khofifah memantau langsung kondisi sungai yang masih banyak dipenuhi sampah, baik sampah eceng gondok maupun sampah domistik lainnya.

“Tadi saat tim BPBD mengeruk dengan menggunakan long hand  excavator, ditemukan kasur, kayu yang ukurannya cukup besar sehingga harus digergaji dulu, dan ragam sampah lainnya yang menumpuk tahunan. Banyaknya hambatan seperti ini menyebabkan aliran sungai tersumbat dan kemungkinan terjadinya banjir yang semakin besar,” tegasnya.

Lantaran itu, Khofifah mengimbau agar dilakukan langkah prefentif, yakni, mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Masyarakat juga diajak untuk menjadikan sungai sebagai beranda depan rumah. Sehingga, masyarakat akan berusaha untuk terus menjaga kebersihannya.

“Dengan menjaga dan menyayangi  sungai, secara tidak langsung menjadi bagian dalam menciptakan ekologi  sumber kehidupan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta kepada Cak Nur, Plt. Bupati Sidoarjo untuk menertibkan daerah bantaran sungai di wilayahnya, termasuk yang ada di Kali Butung. Sebab, tidak adanya bantaran sungai sudah pasti akan menyulitkan petugas saat akan dilakukan normalisasi sungai.

Bagi masyarakat yang hidup di bantaran sungai, lanjut Khofifah, mereka harus diberi solusi, misalnya dengan dipindah dan ditempatkan di lokasi lain atau  rumah susun (rusun). Apabila disepakati, pihaknya akan melakukan penghitungan secara rinci kebutuhannya, termasuk di dalamnya jumlah unitnya dengan kementerian PUPR.

Dalam aksi bersih-bersih kali sejak awal pekan lalu, selain BPBD Jatim banyak elemen yang turut terlibat. Di antaranya, pasukan marinir TNI AL, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinsos Jatim dan juga kalangan mahasiswa, serta kelompok relawan lainnya. (*)