Grebek Bumil, PKK Kota Surabaya Sasar 174 Bumil Kurang Mampu

213

TP PKK Kota Surabaya kembali menggelar kegiatan Grebek Bumil. Tahun ini, terdapat 174 ibu hamil kurang mampu yang menjadi sasaran. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara TP PKK Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, PLKB (Petugas Lapangan KB), serta pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

Acara ini digelar selama dua hari, 20-21 Mei 2019. Tim dibagi menjadi lima. Di hari pertama, ada lima tim yang bergerak. Tim I berkunjung ke Kel. Kebraon, Kec. Karang Pilang dan Kel. Pagesangan, Kec. Jambangan. Sementara tim II berkunjung ke Kel. Embong Kaliasin, Kec. Genteng dan Kel. Tembok Dukuh, Kec. Bubutan. Tim III mengunjungi Kel. Mulyorejo, Kec. Mulyorejo dan Kel. Kapas Madya, Kec. Tambaksari. Tim IV berkunjung ke Kel. Dupak, Kec. Krembangan dan Kel. Perak Utara, Kec. Pabean Canti’an. Sedangkan tim V bertugas mengunjungi Kel. Sememi, Kec. Benowo dan Kel. Pakal, Kec. Pakal.

Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit Sugiharsono bergabung di tim I. Tim ini bergerak mulai pukul 08.30 menuju Kel. Kebraon, Kec. Karang Pilang. Di sini Bu Sigit mengunjungi beberapa ibu hamil kurang mampu.

Beberapa jam kemudian, tim bergerak menuju Kel. Pagesangan. Didampingi Camat Jambangan dan Lurah Pagesangan, Bu Sigit mengunjungi beberapa warga di daerah bantaran Kali Surabaya.

Ada dua ibu hamil kurang mampu yang dikunjungi dan diberi bantuan. Tim juga mengunjungi seorang warga yang sakit parah, dan seorang lansia kurang mampu. Kecuali itu, tim juga memberi bantuan kepada tujuh ibu hamil kurang mampu lainnya.

“Sebentar lagi ada cuti bersama. Kegiatan ini bertujuan menata ibu hamil, terutama yang perkiraan hari persalinannya pada waktu libur panjang. Masih ada ibu hamil yang tidak punya BPJS atau rujukan. Kadang mereka ‘kan harus dirujuk. Jadi, disiapkan dari sekarang,” ujar Bu Sigit menjelaskan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberi bantuan kepada ibu hamil kurang mampu. Yang terpenting adalah menemukan permasalahan-permasalahan warga untuk diselesaikan bersama.

“Kami menyalurkan bantuan yang kami dapatkan dari donatur dan kami tambah. Tapi, yang kami tekankan adalah pencatatan ibu hamil yang belum punya surat-surat, menemukan lagi peserta KB, permasalahan tentang anaknya, dan sebagainya,” jelasnya.

Saat berkunjung ke Kebraon dan Pagesangan, Bu Sigit menemui beberapa ibu yang hamil padahal masih memiliki anak berusia di bawah dua tahun. Para ibu tersebut kemudian diedukasi agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari. (via)