Gubernur Dikukuhkan Jadi Keluarga Kehormatan Masyarakat Samin

48

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dikukuhkan menjadi Keluarga Kehormatan Sedulur Sikep Masyarakat Samin Bojonegoro. Pengukuhan itu melalui prosesi pengalungan selendang dan udeng kepala di area Tugu Samin Desa Jepang, Kecamatan Margomulyo, Kab Bojonegoro, Minggu (23/2).

Diiringi karawitan khas masyarakat Samin dan kesenian Oklik Bojonegoro, pengukuhan dipimpin oleh sesepuh warga Samin, Mbah Hardjo Kardi, yang merupakan generasi keempat Suku Samin.

Usai pengukuhan, Khofifah mengatakan, ajaran Samin merupakan bagian dari warisan budaya yang menjadi penguatan terhadap kearifan lokal. Masyarakat Samin berpegang teguh pada ajaran Samin yang terdiri dari tuntunan, pepali (larangan), dan pedoman.

Ajaran Samin memberikan tuntunan kearifan nilai-nilai moral yang terangkum dalam lima pitutur, antara lain jujur, sabar, trokal (berusaha) lan narima (menerima dengan ikhlas akan anugerah sang pencipta), rukun (pertalian persahabatan dan persaudaraan), gotong royong (kerja sama).

Baca Juga  Kaliasri Guyub Rukun Gelar Bersih Desa

“Kelima tuntunan ini saling berintegrasi dan merupakan sebuah ramuan untuk tetap merekatkan hubungan antar sesama manusia, yang pada akhirnya membentuk masyarakat Samin yang hidup damai,” kata Gubernur Jatim.

Sebagai pembendung sifat-sifat tercela, lima larangan mutlak dalam ajaran Samin yakni larangan bersikap drengki (tindak tanduk yang jahil), srei (menjegal), dahpen (suka mencela), kemeren (iri hati), pek pinek liyan (mengambil milik orang lain tanpa ijin), dan beda sapadha padhaning urip (membeda-bedakan sesama makhluk hidup). Larangan-larangan tersebut menjauhkan masyarakat Samin dari segala bentuk kejahatan.

Dikatakan Khofifah, ada satu pegangan pitutur ajaran Samin, yakni Aja Waton Ngomong, tapi Ngomong sing Waton (Jangan asal omong, tapi omonglah yang bernilai dan berbobot). Ini sebuah ajaran luar biasa, sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW yakni berkatalah yang baik, kalau tidak berkata baik maka diamlah.

Baca Juga  Olahraga Harus Jadi Daya Tarik Semangat Baru Jawa Timur

“Ajaran Samin ini juga sama dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, ini sebuah pitutur mulia dan hingga kini masih dipegang oleh masyarakat Samin. Sebuah ajaran kearifan lokal yang sangat luar bisa,” katanya.

Namun, Khofifah mengingatkan, di era kemajuan teknologi ada satu permasalahan yang besar yaitu hoaks atau berita bohong. Ini menjadi luar biasa karena diviralkan secara meluas. Berita bohong diviralkan dan itu sebuah kesalahan besar. Karena itu, masyarakat Samin harus mampu mempertahankan warisan budayanya sebagai kearifan lokal yang luar biasa dan mampu menangkal hoaks.

Masyarakat Samin merupakan keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan sedulur sikep, sebuah ajaran berupa pengetahuan kearifan lokal dan interaksi antara manusia dengan alam, sehingga oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dilestarikan. Mereka banyak berdomisili di wilayah Bojonegoro dan Blora Jawa Tengah.

Baca Juga  Seniman Bersama Pesilat Ponorogo Kembali Promosikan Seni Budaya Ke Mancanegara

Masyarakat Samin di Bojonegoro mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, dan menerapkan sistem pertanian yang tetap menjaga keseimbangan alam. Bagi mereka hidup seharusnya berasal dari dan untuk alam, yakni dengan tidak menggunakan bahan kimia, membuat alat pertanian sendiri dengan cara memande. Hasil pertanian yang secukupnya untuk makan sehari-hari tanpa berpikir untung rugi karena yang terpenting adalah sebuah rasa ‘cukup’.

Gubernur Jatim itu juga menyerahkan sertifikat Ajaran Samin Surosentiko Bojonegoro sebagai Warisan Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI kepada Mbah Hardjo Kardi. Kemudian disambung penyerahan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan penyerahan bantuan mesin tenun secara simbolis serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Jatim Puspa 2020 senilai Rp 232.750.000. (*)