Gubernur Jatim Santuni Keluarga Korban Pembunuhan Balita di Pasuruan

99

PASURUAN- Kasus kekerasan terhadap anak di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan yang mengakibatkan kematian balita RH (5), Selasa (7/7/2020) pekan lalu, memantik perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Prov. Jatim, Gubernur Khofifah meminta agar keluarga korban diberikan santunan dan perhatian guna pemulihan psikis dan mental.

Merespon keinginan tersebut, Senin (13/7/2020) sore kemarin, Kadinsos Jatim, Dr Alwi langsung melakukan kunjungan ke rumah duka, di Dusun Tembero, Desa Tanggulangin, Kejayan, Pasuruan.

Usai sholat ashar di Unit Pelayanan Terpadu Rehabilitas Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan, mantan Kepala Bakorwil Pamekasan ini pun meluncur ke rumah duka.

Bersama dengan rombongan, Alwi lalu menyampaikan keprihatinannya dan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban atas kejadian tersebut.

“Bu Gubernur atas nama pribadi maupun atas nama Pemerintah Provinsi Jatim ikut berdukacita atas meninggalnya RH. Musibah ini tentu menjadi cobaan yang berat bagi keluarga disini,” ungkap Alwi menyampaikan pesan.

Baca Juga  Kantor BPP Bungkal Bersama Corteva Kompak Cegah Corona

Selain mengucapkan dukacita, ia lalu menjelaskan, kunjungannya ke rumah duka juga untuk menyerahkan santunan dan bantuan dari Pemprov Jatim, berupa, uang tunai sebesar Rp 5 juta dan paket sembako berisi beras, mie instan, kopi, gula dan lainnya.

“Yang kedua saya ditugasi bu Gubernur untuk menyerahkan santunan berupa uang dan sembako ini. Semoga ini bisa meringankan sedikit beban yang dialami keluarga di sini,” ujar Alwi menghibur.

Kepada keluarga korban, orang pertama di lingkungan Dinsos Jatim ini juga menyampaikan harapan Bu Gubernur agar semua anggota keluarga senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan.

“Kalau urusan dengan proses hukum, biarlah ini ditangani penegak hukum,” sarannya.

Selain memberikan bantuan materil pihaknya melalui pekerja sosial perlindungan anak juga memberikan bantuan dan dukungan moril kepada keluarga korban.

Salah satu pekerja sosial perlindungan anak, Primadita Wulandari mengatakan, pihaknya telah memberikan edukasi dan pembinaan kepada keluarga korban dan juga masyarakat terkait kekerasan terhadap anak.

Baca Juga  TP PKK Kabupaten Ponorogo Sosialisasikan Pencegahan Stunting

“Kita juga beri dukungan moril kepada keluarga agar proses hukum itu berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Primadita.

Seperti yang diketahui, warga Pasuruan sempat digegerkan dengan peristiwa penemuan bocah berusia 5 tahun yang tewas di tengah parit, di Desa Tanggulangin, Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Setelah dilakukan penyelidikan, korban yang masih balita itu ternyata korban pembunuhan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh MT (27), tetangga korban.

Ironisnya, pelaku tidak beraksi sendiri tapi dibantu IM (19), yang tak lain adalah istri pelaku. (*)