Gubernur Panen Jagung bersama Masyarakat Samin

70

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama masyarakat Samin Bojonegoro, melakukan panen raya jagung hibrida, Minggu (23/2). Jagung dan beras adalah komoditas andalan Jawa Timur di pasar ekspor.

Panen raya jagung hibrida dilakukan di sawah tegal milik masyarakat Samin di Desa Jepang, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Tanaman jagung ini merupakan tanaman rutin warga masyarakat Samin yang dikelola secara kekeluargaan.

Gubernur bersama seluruh jajaran Forkopimda provinsi dan kabupaten, bupati bersama masyarakat Samin antusias melakukan panen raya jagung

Khofifah mengatakan, pemerintah provinsi terus memaksimalkan ketersediaan jagung sebagai komponen komoditas andalan Jawa Timur selain beras. Selain kebutuhan ekspor, di Jawa Timur jagung juga dijadikan sebagai komoditas pakan ayam petelur, yang komposisinya sekitar 50 persen.

Pemerintah provinsi terus melakukan deteksi, titik mana jagung yang sudah bisa dipanen, yang bisa distok lalu bisa terkoneksi dan terkomunikasikan dengan peternak ayam yang ada di Blitar, Malang, Tulungagung, dan Kediri.

Baca Juga  Gelar RAT 2019, Poktan Bancaran Ponorogo Layak Diapresiasi

“Kita ingin, panen jagung, stok jagung dapat terkoneksi dengan peternak ayam, sehingga kebutuhan jagung dapat tertata dan dapat tetap menjadi komoditas andalan bagi Jawa Timur,” kata Khofifah.

Jagung menjadi komoditas andalan Jatim yang juga menjadi kontributor ketersediaan jagung secara nasional. “Saat ini kebutuhan jagung baik di Jawa Timur, nasional maupun ekspor cukup besar. Ini harus kita maksimalkan dengan berbagai terobosan baru,” tambahnya.

Dia menyebutkan, kalau misal Kepala Divre Perhutani Jawa Timur membangun Kelompok Tani Hutan (KTH) lebih banyak, maka akan bisa memberikan suplai jagung lebih banyak lagi, utamanya jagung hibrida.

Selain itu, koordinasi dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam mengelola padi dan jagung, ini menjadi sebuah koneksitas dan koordinasi yang luar biasa dalam upaya menjadikan jagung tetap sebagai komoditas andalan Jawa Timur. (*)