Habib Hadi Berharap PKK Turut Membendung Dampak Globalisasi

15

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kepada pengurus TP PKK Kota Probolinggo, Bakesbangpol Kota Probolinggo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan, Selasa (29/10) siang.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menuturkan, TP PKK adalah mitra kerja pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Organisasi ini berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang demi terlaksananya program PKK untuk mendukung program-program pemerintah.

“Laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks. Hal itu, secara tidak langsung telah memberikan dampak lunturnya nilai nasional seperti gotong royong, sopan santun, tenggang rasa dan toleransi,” kata Habib Hadi, sapaan akrabnya.

Kondisi tersebut menggeser pola pikir dan pola tindak masyarakat yang saat ini lebih menyukai budaya asing seperti individualisme, hedonisme, liberalisme hingga marak penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Inilah tantangan kita. Kita harus bersama-sama untuk menyelamatkan generasi muda. Wawasan kebangsaan yang dimiliki ini bukan hanya menjadi pemahaman saja tetapi ada wujud aksi nyata bahwa dalam PKK juga melakukan sesuatu yang berdampak manfaatnya,” sambungnya.

TP PKK Kota Probolinggo mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan bagi pengurus PKK. (Foto: Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Menurut Habib Hadi, PKK sebagai garda terdepan diharapkan ikut membendung dampak globalisasi dengan tetap menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai warisan pendahulu yang wajib dipertahankan.

“Jangan sampai nilai-nilai tersebut luntur karena tergerus arus globalisasi yang semakin tidak terkendali. Khususnya kepada generasi muda sebagai kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Aminah Zainal Abidin, bersama pengurus mulai dari tingkat kota hingga kelurahan akan selalu berupaya menyebarkan virus nasionalisme baik dalam kegiatan formal maupun non formal untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

“Kita juga harus mampu memperkuat jati diri bangsa. Sehingga generasi kita tidak mudah terbawa oleh arus globalisasi yang tentunya tidak semuanya memberi dampak positif. Kita harus bisa memutar otak agar PKK bisa menjadi sesuai yang diharapkan pemerintah dan masyarakat,” kata perempuan kelahiran 27 Juli 1983 lalu itu.

Pembukaan sosialisasi itu juga dihadiri Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo. Beberapa narasumber yang mengisi sosialisasi wawasan kebangsaan adalah Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota Iptu Retno Utami dan Dosen Universitas Negeri Malang Dr Ummi Dayati. (hms/*)