Hadapi Cuaca Ekstrem, Dinsos Jatim Kampanyekan Gerakan Palu Paman

154

Bencana hidrometereologi yang menjadi ancaman bagi sebagian wilayah di Jatim langsung disikapi Dinas Sosial (Dinsos) Jatim dengan mengeluarkan seruan Gerakan Palu Paman.

Seruan kesiap-siagaan bencana yang disebabkan cuaca ekstrem itu digelorakan di 38 kabupaten/kota melalui beragam cara. Di antaranya, mengkonsolidasikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) se-Jatim, mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke Dinas Sosial kabupaten/kota dan memasang spanduk berukuran 2×5 meter tentang Gerakan Palu Paman di titik-titik strategis, termasuk di semua UPT Dinsos yang tersebar se-Jatim.

“Ini salah satu respon kita menindaklanjuti SK Gubernur Jatim nomor 188/650/KPTS/013/2019 tentang status siaga darurat bencana hidrometereologi di wilayah Jatim,” ujar Kadinsos Jatim, Dr Alwi di kantornya, Selasa (21/01/2020).

Lalu apa yang dimaksud dengan Gerakan Palu Paman? Alwi dengan didampingi Plt Sekretaris Dinsos Jatim Restu Novi Widiani, menjelaskan, Palu Paman adalah sebuah tagline kesiap-siagaan bencana, agar mudah dihapal masyarakat.

Baca Juga  Bupati Tuban Terima Hibah Mobil Damkar dan Ambulans

Palu Paman, lanjutnya, merupakan singkatan dari empat gerakan yang harus dipersiapkan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

Yaitu, Pertama, PAstikan daerah yg merupakan potensi bencana. Kedua, SebarLUaskan pada keluarga warga sekitar akan bahaya mengancam. Ketiga, PAstikan memiliki peralatan pengamanan sebelum bencana terjadi, termasuk obat-obatan, makanan siap saji dan sepatu karet bagi relawan

“Yang terakhir, aMANkan barang, dokumen dan arsip-arsip penting ke tempat yang lebih tinggi atau lebih aman,” tambahnya.

Khusus kepada pasukan Tagana, Dinsos juga telah mengumpulkan dan mengkonsolidasikan perwakilan 38 kabupaten/kota di kantornya, awal Januari lalu.

Selanjutnya, mereka diminta mensosialisasikan kepada sekitar 1.600 relawan Tagana yang tersebar di Jatim. Melalui 1600 Tagana tersebut, diharapkan Gerakan Palu Paman bisa tersampaikan kepada keluarga mereka, lingkungan sekitar dan masyarat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Baca Juga  Khofifah Sebut PKK Sebagai Shadow Government

“Termasuk kepada karyawan Dinsos yang jumlahnya sekitar 900 orang, juga yang tersebar di 30 UPT se-Jatim,” imbuhnya.

Selain itu, mantan Kepala Bakorwil Pamekasan ini juga berpesan kepada segenap masyarakat di Jatim, untuk bisa melaporkan setiap kejadian bencana di sekitar lingkungannya ke call center Pusdalops Tagana Jatim di nomor (031) 8281111.

“Kami juga berharap agar Tagana bersama Kampung Siaga Bencana (KSB) bisa menjadi garda terdepan saat terjadi bencana,” ujar Novi, panggilan akrab Plt Sekretaris Dinsos yang juga menjabat sebagai Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Jatim ini menambahkan. (yus)