Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pemprov Jatim Dorong Pemerataan Ekonomi

220
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Seminar Institute for Development of Economic And Finance di Universitas Brawijaya Malang, Senin, 4/3.

Pemprov Jatim terus melakukan pembenahan dan percepatan untuk menghadapi ekonomi global dan revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan mendorong pengembangan sumber ekonomi Jatim yang masih terpusat di beberapa daerah saja. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Seminar Institute for Development of Economic And Finance (Indef) di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (4/3).

Dalam acara yang bertajuk ekonomi politik dan peran pemerintah daerah dalam menghadapi ekonomi global dan industri 4.0 itu, Emil Dardak menegaskan Pemprov Jatim akan segera mendorong pengembangan wilayah di luar daerah yang jadi sumber pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Terdapat lima kabupaten/kota menguasai setengah perekonomian Jatim. Padahal di Jatim memiliki 38 kabupaten/kota. Lima daerah tersebut yang dikenal dengan ring satu,” ujarnya.

Untuk mengatasi dominasi ring satu tersebut, Pemprov Jatim akan mengoptimalkan pembangunan yang produktif  di luar ring satu. Karena biaya hidup di wilayah ring satu menjadi tinggi. Dia menggambarkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di dunia mendatang  belum memberikan dampak yang optimal. Maka, Pemprov Jatim akan mendorong dan mengoptimalkan daerah di luar ring satu sekaligus berupaya mendorong terbentuknya area industri berorientasi ekspor.

Baca Juga  Pakde Karwo Resmi Jabat Wantimpres
Wakil Gubernur Jatim Dr Emil Elestianto Dardak

“Kawasan-kawasan industri yang ada di luar ring satu seperti Kabupaten Nganjuk harus bisa kompetitif bersaing dengan Negara Vietnam, Thailand, Filipina atau India. Ke depan, kompetisi Jatim tidak lagi antar provinsi tapi harus global konteks atau dengan negara yang ada di Asia. Kompetisi kita tidak hanya lagi antar provinsi dan Jatim membutuhkan daya saing bukan hanya berkutat pada industri penolong, infrastruktur, pasar dan lain sebagainya,” tegasnya.

Ia mencontohkan, kawasan yang berpotensi untuk menjadi kawasan ekspor industri area dan konektivitas yang akan terus di dorong salah satunya adalah Pelabuhan Teluk Lamong. Nantinya akan ada support monorel antara barang dan konektivitas dari pelabuhan Tanjung Perak menuju ke pelabuhan Teluk Lamong. Konektivitas dari jalan tol menuju Teluk Lamong juga dioptimalkan guna memberikan kemudahan akses ekspor.

Baca Juga  Hari Pertama Kerja, Khofifah-Emil Halal Bihalal dengan ASN

Ia memandang, bahwa industri 4.0 adalah bentuk dari konektivitas perpaduan yang terintegrasi antara mesin dengan mesin dapat berkomunikasi dan terintegrasi. Era ini, nantinya yang bisa menguasai pasar adalah mereka yang mampu mengkombinasikan kemajuan teknologi dan mesin-mesin yang menggunakan teknologi.

“Diprediksi industri 4.0 terdapat 25 negara yang bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan, antara lain negara Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, dan China. Indonesia khususnya Jatim harus mampu menjadi pelopor utama peningkatan ekspor di Asia,” pungkasnya. (uul, hms)