Hadiri Dekranasda Fair Kota Malang, Arumi Berharap Dekranasda Lebih Mandiri

192
Ketua Dekranasda Provinsi Jatim (dua dari kanan) meninjau pameran dalam rangka Dekranasda Fair tahun 2019 Kota Malang.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim Arumi Emil Dardak memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang yang telah memberikan wadah bagi para perajin melalui Dekranasda Fair tahun 2019. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi Kota Malang ke-105 ini digelar di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (1/4).

Arumi mengatakan, kegiatan Dekranasda Fair tahun 2019 ini merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi dan memberikan wadah bagi para perajin dalam mempromosikan dan memasarkan produk unggulan mereka. Kegiatan ini juga bisa memberikan inovasi dalam melahirkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi Dekranasda Fair yang diselenggarakan Pemkot Malang. Acara ini memiliki potensi yang besar sehingga banyak perajin ikut terlibat dalam memasarkan hingga mengenalkan produknya,” tegasnya.

Istri Wagub Jatim Emil Dardak itu menuturkan, saat ini Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia. Hal ini ditandai dengan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang. Di Kota Malang, terdapat sekitar 623 startup yang bergerak pada subsektor kriya, fashion, game, aplikasi, kuliner, dan film. “Upaya menumbuhkan sektor ekonomi kreatif harus bersinergi dari semua elemen termasuk dorongan dan stimulus dari pemerintah,” ujarnya.

Di hadapan undangan yang hadir, Arumi menegaskan bahwa Dekranasda harus mampu menjadi organisasi yang mandiri. Terutama dalam mengembangkan visi dan misi organisasi, baik dari sisi program dan penggunaan teknologi informasi.

Keberadaan Dekranasda diharapkan mampu bekerjasama dan bermitra dengan pemerintah dan stakeholder sebagai wujud eksistensi organisasi yang lebih mandiri. Harapannya, tercipta wirausahawan muda yang handal dan mampu berkompetisi hingga akhirnya dapat mendukung peningkatan perekonomian di Jatim, khususnya di Kota Malang.

Sementara itu, Walikota Malang Drs Sutiaji berkomitmen untuk mengangkat kemajuan UMKM lewat kerajinan guna memajukan Indonesia. Menurutnya, Deskranasda Kota Malang telah banyak menghimpun kreatifitas anak bangsa lewat kerajinan dan produk lokal yang kreatif.

“UMKM di Kota Malang kami bina dan beri edukasi sekaligus memberikan ruang yang sama. Kesemuanya itu bertujuan agar UMKM dan Deskranasda Kota Malang semakin dikenal luas dan bersaing di tingkat regional maupun internasional,” tegasnya.

Sutiaji melanjutkan, Pemkot Malang akan memberikan pendampingan finansial, pengelolaan, dan mencarikan pasar. Ke depan, UKM di Kota Malang harus berbasis IT yang dapat dikombinasikan lewat pasar rakyat yang dapat dipasarkan secara online sesuai kebutuhan zaman. “Sentuhan teknologi harus masuk pada sektor UMKM. Sekecil apapun bentuk kerajinan dan potensi yang ada dari kreatifitas dari Kota Malang akan didukung,” pungkasnya. (uul, hms)