Harga Hemat, Rasa Terhormat

495

Empat tahun bergelut di dunia kuliner membuat dua pemuda asal Desa Ima’an, Kec. Dukun, Kab. Gresik berhasil merintis usaha sendiri. Punya selogan nyentrik dan menu inovatif, usahanya itu makin hari makin laris. Dalam sehari saja, rata-rata pengunjungnya mencapai angka 100. Seperti apakah?

SATU persatu motor datang dan di parkir rapi di pelataran. Beberapa menit ada yang beranjak pulang dan selang berikutnya ada yang berbondong datang. Suasana itu nampak saat Derap Desa berkunjung di Angkringan Van Java (AVJ), lokasinya tepat di sebelah barat gapura Desa Ima’an.

Di salah satu sudut ruangan, tempat pengunjung memesan dan membayar, ada laki-laki bertopi yang akrab disapa Juqi (29). Sore itu, dengan cekatan dia mengambil gelas, sendok dan beberapa bahan yang dibutuhkan. Ternyata, ia sedang membuat minuman yang dipesan pengunjung.

Juqi adalah salah satu dari dua owner di AVJ. Bersama Ilman (27), Tanggal 24 Maret 2018 lalu, keduanya memutuskan membuka usaha kuliner di desanya. “Kami berdua ini satu desa, mas. Kebetulan kami berdua sudah bergelut di bidang kuliner tiga sampai empat tahun. Akhirnya, kami niat buka usaha sendiri,” tuturnya.

Lalu mengapa diberi nama ‘Angkringan Van Java’? Pemberian nama itu nyatanya memiliki filosofi. Kata Juqi, hal itu menyesuaikan dengan tempat dan konsep bangunannya yang lebih menonjolkan adat Jawa. Selain itu, di AVJ bangunannya bertingkat. Nah, orang Jawa, lanjut dia, biasanya menyebut kondisi itu dengan sebutan mangkreng.

Berjalannya waktu angkringan ini makin ramai pengunjung. Dalam sehari saja, rata-rata yang datang mencapai 100 orang. Ada beberapa langkah yang dipakai, yaitu; menjaga kualitas rasa, tempat dibuat nyaman, menu variatif dan harga yang dipatok relatif standar pedesaan. “Sesuai slogan kami, harga hemat rasa terhormat,” tandasnya lantas terkekeh.

Menu yang ditawarkan memang cukup beragam. Di angkringan ini ada 55 jenis menu (42 jenis minuman dan 13 jenis makanan). Mulai aneka kopi, drink, fresh, milk shake, ice blend, geprek, jamur, dan lain-lain. Namun, karena kultur orang Gresik yang suka ngopi, minuman yang paling laris masih melekat pada jenis kopi, yaitu kopi susu mumbul. Kalau makanan paling laris ialah ayam geprek.

Karena penasaran, Derap Desa memesan keduanya. Kopi susu mumbul terkesan unik, susunya di bawah, airnya di tengah dan kopi kasarnya yang ditaburi bubuk manis melayang di atas. Selama ini, kata laki-laki kelahiran 1989 itu, kopi susu mumbul memang jadi salah satu varian kopi maskot di AVJ. Harganya hanya Rp 5 ribu, tapi rasanya benar-benar terhormat.

Harga yang dipatok di angkringan yang buka 24 jam itu juga terbilang murah, kisaran Rp 2,5 ribu sampai 13 ribu. Fasiltasnya ada wifi, musala dan toilet. Juqi berharap, kedepan usaha yang dirintisnya itu bisa diperlebar dan bisa membuka cabang di tempat yang lain.

Rahma, pengunjung menambahkan, AVJ tempatnya mampu membuat pengunjung ingin kembali lagi dan lagi. Suasananya pun nyaman untuk dipakai berdiam diri saat lelah dengan pekerjaan. “Kalau kangen, aku langsung meluncur. Kesukaan ku pesan sayap dan jamur,” imbuhnya sembari tersenyum. (fan)