Harga Ikan Anjlok, Khofifah Langsung Sidak Pasar Ikan Lamongan

24
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat sidak pasar ikan di Lamongan, Kamis (13/5)

Keluhan petani tambak di wilayah Gresik dan Lamongan soal anjloknya harga ikan dalam beberapa hari terakhir langsung direspon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Pagi tadi, Kamis (13/6), gubernur perempuan pertama Jatim ini langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Ikan Lamongan

Bersama Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono dan sejumlah Kepala OPD Pemprov Jatim, Khofifah meninjau pusat pasar ikan terbesar di Kabupaten Lamongan itu dengan didampingi Bupati Lamongan, M. Fadeli, Wakil Bupati, Kartika Hidayati, dan Ketua DPRD Lamongan, Debby Kurniawan.

Sesampai di lokasi, Khofifah pun langsung berdialog dengan sejumlah pedagang dan petani tambak untuk mencari akar persoalan ihwal turunnya harga ikan. Dari dialog itu akhirnya diketahui, ternyata, anjloknya harga itu dipicu karena melimpahnya hasil budidaya tambak, yang disebabkan datangnya musim tanam padi.

Lantaran musim tanam padi tiba, petani tambak pun berbondong-bondong memanen hasilnya lebih awal. Akibatnya, stok ikan melimpah, meski ukuran hasil panen yang dijual di pasaran relatif kecil-kecil.

“Tadi saya tanya kepada petani, kenapa Bandeng ini dipanen kecil-kecil. Ternyata, karena sudah datang masa tanam (padi, red.). Artinya ada siklus yang harus diketahui oleh petani tambak, sehingga antara musim panen ikan dengan musim tanam padi tidak berbenturan,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, pihaknya akan segera memetakan persoalan yang dihadapi petani tambak saat ini. Salah satunya terkait pergantian musim tambak dan musim tanam padi, sehingga waktu musim panen ikan dan musim tanam padi bisa tepat.

Kepada wartawan, Khofifah juga menyatakan perlunya penyiapan cold storage dengan baik di setiap Tempat Pelelangan Ikan (TPI). “Kita akan segera melakukan pemetaan kebutuhan cold storage di semua titik-titik pelelangan ikan Jatim,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan perusahaan yang raw material atau bahan bakunya berbasis ikan. Perusahaan tersebut diharapkan dapat menyerap lebih banyak ikan bandeng dan mujaer.

“Saya sudah mendapatkan peta kemampuan perusahaan yang bisa menyerap bandeng-bandeng ini. Insyallah 2-3 hari ke depan jika perusahaan tersebut mampu menyerap bahan baku bandeng lebih besar akan berdampak pada normalisasi harga bandeng,” yakinnya.

Mantan Menteri Sosial ini juga berupaya akan berupaya mengoptimalkan pasar ekspor di Panama, dimana pasarnya akan dimulai Juli mendatang.

“Jadi ada beberapa solusi ketika stok ikan mengalami over suplay dengan ukuran kecil-kecil karena dipanen terlebih dulu seperti ini. Termasuk kita membutuhkan pasar ekspor yang lebih luas. Salah satunya, Panama yang pasarnya baru buka pada bulan Juli,” terangnya.

Bagi Khofifah, pemetaan atas persoalan melimpahnya stok ikan akibat pergantian musim tanam memang perlu dilakukan. “Saya rasa pemetaan seperti ini bisa dilakukan agar menghasilkan langkah yang lebih strategis,” pungkasnya.  (yus, hms)