Hari Kanker Se-Dunia, Bude Karwo Sambangi Penderita Kanker di RSUD Dr Soetomo

104
Ketua YKI Cabang Jatim, Bude Karwo tak kuasa menahan haru saat Artisah (54), penderita kanker servik di RSUD Dr Soetomo, menangis dan memeluknya, Senin (4/2). Foto: Alfi Yusron

Bertepatan dengan Hari Kanker se-Dunia, hari ini, Senin, 4 Februari 2019 , Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Jatim, Dra Hj Nina Soekarwo M.Si melakukan kunjungan ke sejumlah penderita kanker di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Sejak pagi, wanita yang akrab dengan panggilan Bude Karwo ini telah berada di rumah sakit terbesar di Indonesia bagian timur ini untuk sambang pasien kanker. Mulai dari ruang kanker anak, kanker dewasa (servik dan payudara), hingga ke bagian radioterapi, semua tak luput dari sapaan wanita cantik ini.

Tak hanya mengunjungi, Bude Karwo juga memberikan bingkisan kepada para penderita penyakit yang mematikan itu. Dengan telaten Bude Karwo menyapa satu per satu para penderita sambil sesekali memberikan motivasi untuk sembuh.

Karuan saja, tak sedikit para penderita kanker yang terharu dengan perhatian Bude Karwo. Sejumlah penderita bahkan tak kuasa menahan tangis dan memeluk istri Gubernur Jatim ini.

Demikian pula dengan Bude Karwo. Beberapa kali, ia harus menyeka air mata karena tak kuasa menahan haru dan iba melibat anak-anak dan ibu-ibu penderita kanker. ‘’Semangat ya bu.. Semoga segera diberi kesembuhan,’’ kata Bude Karwo menyemangati Artisah (54), penderita kanker servik asal Sidoarjo yang memeluknya.

Usai kunjungan di berbagai ruangan, kepada wartawan Bude Karwo menegaskan komitmennya dalam menanggulangi kanker. Bersama pengurus YKI Jatim, komitmen itu diwujudkan melalui upaya promotif, preventif hingga kuratif.

“Fungsi kami sebagai ketua YKI yakni untuk membantu penanggulangan kanker dan menyemangati para survivor kanker,” ungkap Bude Karwo.

YKI juga terus melakukan komunikasi dan memberi informasi serta edukasi lewat penyuluhan kepada masyarakat. “Ini bentuk upaya promotif kita yang bisa menekan biaya, karena jika sudah kuratif biaya yang dibutuhkan sangat besar,” ujar Bude Karwo.

Dijelaskan, setiap  tahun jumlah penderita kanker mengalami kenaikan bukan penurunan. Berdasarkan data RSUD Dr Soetomo, jumlah penderita kanker yang datang berobat hampir 90 persen sudah dalam kondisi stadium lanjut. “Satu hal yang mengejutkan, dulu masih 70 persen yang datang dalam stadium lanjut, namun sekarang malah meningkat tajam,” terangnya.

Karena itu, lanjut Bude, kini antrian untuk kemoterapi menjadi lebih lama karena jumlah alat dan jumlah pasien tak sebanding. Untuk itu, Bude berharap, semua pihak, termasuk masyarakat harus ikut berperan dalam menekan peningkatan jumlah penderita kanker.

Salah satunya, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini secara rutin. Di samping itu, gaya hidup juga sangat mempengaruhi kesehatan seseorang. Karenanya, pola hidup sehat harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara, dalam rangka preventif, YKI cabang Jatim bekerjasama dengan Pemprov Jatim  juga telah melakukan deteksi dini untuk kanker serviks melalui IVA test. Sampai dengan tahun 2018 lalu, jumlah deteksi dini lewat IVA test sudah mencapai 534 ribu. “Jumlah penderita kanker payudara memang paling tinggi, namun penyebab kematian yang tertinggi masih kanker serviks,” imbuhnya wanita yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Jatim ini.

Kepala Instalasi rawat inap (Irna) RSUD Dr. Soetomo Prof. dr. ID. G. Ugrasena menambahkan, sejak tahun 2014 hingga 2018 rata-rata setiap tahunnya ada 120 kasus kanker baru. Khusus untuk penderita kanker anak-anak jumlahnya mencapai 700 pasien setiap tahunnya dan 60 persennya adalah leukimia. “Jumlah pasien kanker anak yang opname saat ini juga sudah melebihi kapasitas. Per hari ini, ada 174 pasien kanker anak, padahal kapasitas kami hanya 141,” jelasnya. (yus)