Hari Pertama Kerja, Khofifah-Emil Halal Bihalal dengan ASN

130
Para Pegawai ASN di lingk Setda Prov Jatim berhalal bihalal dengan Gubernur, Wagub Jatim dan Sekda Prov Jatim di hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran.

Hari pertama masuk kerja usai libur lebaran, Senin (10/6), Pemprov Jatim menggelar halal bihalal dengan ASN dari Sekretariat Daerah Prov. Jatim, BPKAD Prov. Jatim, Bappeprov Jatim, dan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Prov. Jatim. Acara yang digelar di kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan 110, Surabaya ini dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono beserta istri.

Dalam acara tersebut, Khofifah sempat melantunkan salawat dan memberikan santunan kepada anak yatim. Ia menjelaskan terkait tradisi yang selalu ia lakukan dalam setiap acara, yakni memberikan santunan kepada anak yatim, duafa, serta melantunkan sholawat.

“Referensinya cukup terang. Bagaimana sebetulnya kita bisa membangun sentuhan-sentuhan yang bisa memberikan dampak terhadap kesalehan sosial,” ungkapnya.

Dia menerangkan, kesalehan sosial adalah salah satu indeks kinerja utama (IKU). Karena itu, ia ingin mewujudkan untuk melenturkan hati dan memberikan kasih yang lebih kuat.

Orang nomor satu di Jatim ini menyampaikan beberapa pekerjaan rumah (PR) yang perlu dibangun secara transedental. Seperti korban penyalahgunaan narkoba, AIDS, HIV di Jatim. Menurutnya, PR tersebut bukan hal yang sederhana. Diperlukan kerja sama dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Teman-teman relawan bergerak, polisi bergerak, counselor bergerak, kami juga bergerak. Tetapi ada sesuatu yang kami harapkan secara transedental, yakni kita mohon kepada Allah, mudah-mudahan anak-anak bangsa, anak-anak Jatim dijauhkan dari korban penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kasus penyalahgunaan narkoba kini sangat kompleks. Sehingga perlu dilakukan penanganan dari hulu ke hilir. Koordinasi ini diperlukan agar masyarakat Jatim agar bersih dan bebas dari korban penyalahgunaan narkoba.

“Pengedar narkoba ini sekarang milenial, penggunanya sebagian besar milenial. Untuk itu Pemprov Jatim menyiapkan program tistas atau sekolah gratis berkualitas. Tapi penguatan SDM dan pembangunan manusia itu akan mereduksi jika dampak dari efek narkoba tidak kita halau,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya karena berdasarkan laporan Sekdaprov Jatim, tingkat kehadiran ASN di awal pertama masuk kerja mencapai hampir 100 persen, kecuali yang sedang cuti. “Alhamdulillah ini awal yang baik,” ujarnya.

Menurut mantan Menteri Sosial RI ini, kehadiran ASN Pemprov Jatim merupakan kedisiplinan dan kinerja yang baik. Harapannya, semua termotivasi untuk bisa meningkatkan seluruh dedikasi yang bisa dibhaktikan untuk memuliakan masyarakat Jatim dengan Nawa Bhakti Satya.

Halal bihalal yang digelar kali ini juga ia inginkan untuk membangun sinergitas dengan saling menyalurkan energi positif dari seluruh pihak. “Kami bersalam, itu artinya ada energi yang mengalir. Kami saling bertatap muka, saling memberi senyum. Itu energi yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melaporkan, dari hasil rekap BKD Jatim, jumlah PNS Pemprov Jatim sebanyak 51.396 orang yang terdiri dari fungsional guru sebanyak 28.456 orang, serta tenaga administrasi dan fungsional medis sebanyak 22.900 orang.

Dari jumlah tersebut, memang terdapat beberapa ASN yang tidak hadir. Meski demikian, mereka semuanya memberikan keterangan. “Jadi total yang tidak hadir sebanyak 0,95 persen. Tidak ada yang tanpa keterangan,” jelasnya. (uul, hms)