Hilangkan Penat di Taman Wisata Genilangit (1)

Sejenak Lari dari Hiruk Pikuk Perkotaan

23

Dianugerahi pemandangan alam yang indah, sekelompok pemuda Desa Genilangit, Kec. Poncol bertekad mengoptimalkan potensi di desanya. Langkahnya ialah dengan membuat ‘Desa Wisata’. Dikemas menggunakan konsep wisata alam yang dibumbuhi spot modern, kini, wisata tersebut berhasil masuk dalam deretan wisata unggulan di Kab. Magetan.


ANAK-ANAK berlarian begitu riang. Tangannya melambai-lambai, bibirnya tersenyum lebar dan sesekali tertawa penuh kegembiraan. Sebagian dari mereka lantas bertepuk tangan, bersua ‘ayo..ayo…’, memberi semangat kepada teman mereka yang melakukan outbond di area Taman Wisata Genilangit, Magetan.

Alamnya terbilang cukup bersahabat. Di wisata ini, selain anak-anak juga banyak dikunjungi beragam usia. Mulai remaja, dewasa, hingga orang tua. Keramahan dan kesejukan yang ditawarkan Genilangit memang menjadi pemantik bagi para pengunjung untuk menghilagkan penat dari riuhnya perkotaan.

Jauh sebelum disulap menjadi desa wisata, Desa Genilangit ternyata tak jauh beda dengan desa lain yang terkadang memberi kesan sepi dan hening. Aktavitas masyarakatnya pun demikian; bercocok tanam, mencari rumput, pergi ke pasar, menggembala hewan ternak dan mayoritas hidup bersahaja.

Namun, sejak tahun 2017 lalu kondisi itu berubah. Desa Genilangit tak lagi sepi, dari hari ke hari kian banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Semua itu bermula dari kesadaran pemuda desa akan potensi yang dimiliki, yaitu; pemandangan alam yang indah. Akhirnya, mereka pun sepakat mengelolanya menjadi desa wisata.

Taman wisata itu mereka kelola dengan pihak Perhutani Lawu DS. Hal ini karena, meski berada di wilayah desa, tanah yang dijadikan area wisata itu letaknya berada di lereng Gunung Lawu yang secara administratif menjadi tanggung jawab perhutani. Meski demikian, inisiatif tersebut diapresiasi positif oleh pemerintah setempat serta masyarakat desa.

Semua elemen desa ikut andil. Bahkan, pemberian nama wisata ini pun berdasar. “Wisata ini sengaja kami beri nama Genilangit seperti nama desa agar masyarakat seutuhnya bisa turut memiliki dan memanfaatkan. Disini, kita bisa belajar pemberdayaan atau lainnya,” tutur Eddy Sucahyo, pengelola.

Lantas bagaimana keindahan yang ditawarkan Wisata Genilangit? Bersembunyi di lereng Gunung Lawu, di usianya yang masih seumur jagung, wisata ini kian terkenal di kalangan pemburu spot selfie atau mereka yang suka eksplore tempat wisata. Panorama alamnya yang dikombinasi dengan spot selfie kekian dirasa cocok menjadi tempat berlibur semua kalangan.

Para pengunjung akan disambut hamparan perkebunan warga dengan berbagai jenis tanaman sayur. Sayur-sayur itu tumbuh subur dibawah gagahnya pohon pinus yang menjulang. Selanjutnya, pengunjung akan bertemu icon tulisan ‘Taman Wisata Genilangit’ berwarna merah dan putih. Dan selepas itu pengunjung bisa menikmati aneka spot swafoto di berbagai sudut.

Di antaranya; ayunan terbang, sepeda terbang, perahu terbang, gazebo tradisional, taman bermain anak-anak, taman bunga, gardu pandang, rumah hobbit, spot kupu-kupu raksasa, spot bunga raksasa, rumah apache, outbond, bumi perkemahan, track All Terrain Vehicle (ATV) dan lain sebagainya.

Tiket masuk di Wisata Genilangit ini, kepada pengunjung, pengelola mematok biaya Rp 5 ribu. Tapi jika ingin menikmati beragam spot, pengelola memberi tarif tambahan mulai Rp 2 ribu sampai 25 ribu. Soal keamanan, pengunjung tak perlu ragu. Mengapa? Dalam setiap spot yang mengacu adrenalin pengelola menerapkan sefty procedure. Misalnya dengan mengaitkan harness pada tubuh pengunjung.

Dewi, pengunjung, mengaku senang bisa berlibur ke Taman Wisata Genilangit. Kata dia, disana, selain suasanannya sejuk, juga banyak spot yang bagus dan eksotis. “Apalagi ya? Oh iya, pengelola juga menyediakan spot yang bisa memacu adrenalin namun tetap berlatar alam,” imbuhnya lantas tersenyum. (fan, dbs)