Ide dari Kalimantan, Baksos Alumni SPG Nganjuk 1985 Tuai Simpati

442

Terenyuh dan terharu. Begitulah kira-kira yang dirasakan para alumnus SPGN Nganjuk Tahun 1985. Betapa tidak, bakti sosial (Baksos) peduli terdampak wabah virus corona atau Covid-19 yang mereka gelar Kamis (23/4) kemarin mengundang banyak simpati dan empati.

Tidak sedikit dari para penerima (kaum dhuafa) yang mendoakan kesuksesan, kelancaran, rezeki berlimpah dan kesehatan bagi alumnus 1985. Mereka sangat senang mendapatkan bantuan. “Kami terharu dan terenyuh atas ketulusan mereka mendoakan kami. Padahal apa yang kami lakukan tak seberapa. Inilah yang membuat kami jadi lebih bersemangat,” kata Tri D., salah satu panitia sekaligus alumnus SPGN Nganjuk 1985.

Penyerahan bantuan kepada warga kurang mampu (foto atas) dan panitia mejeng sebelum ke lapangan

Semangat yang dimaksud Tri D. adalah motivasi bagi para alumnus dan paling tidak akan ada lagi aksi-aksi sosial semacam itu. Maksimal tahun depan akan mengadakan baksos lagi tanpa harus menunggu momentum, seperti saat ini yang dikaitkan dengan wabah virus corona.

Baca Juga  Serahkan DIPA 2019, Pakde Sampaikan Enam Arahan Presiden

Dikatakan, baksos peduli terdampak virus corona kali ini sifatnya sangat mendadak. Tanpa ada perencanaan detail sebelumnya. Namun respon para alumnus ternyata begitu tinggi. Buktinya dalam waktu singkat terkumpul dana hingga sekitar Rp 24 juta ke Bendahara Endah L. Tak hanya dari Nganjuk dan sekitarnya namun ada pula dukungan dana dari alumnus yang tinggal di Jakarta, Kalimantan dan lainnya.

Ide bakti sosial tersebut memang murni dari alumnus SPG Nganjuk 1985. Namun uniknya, ide itu muncul dari Kalimantan yakni melalui dua sosok lulusan yang bekerja di Bumi Borneo. “Iya memang. Justru ini ide dari teman yang ada di Kalimantan, Sonaji dan Sunaryo,” lanjut Tri, Jumat (24/4) sore.

Banyak yang simpati dan mendoakan kiprah alumni 85

Dalam baksos kemarin berlangsung lancar, aman dan sukses. Apalagi panitia juga melibatkan aparat keamanan. Sedangkan yang dibagikan seluruhnya sekitar 300 paket, mulai dibagi jam 09.30 WIB. “Dana yang kami kumpulkan murni dari alumni SPG 85 dan sifatnya spontan,” lanjut guru yang berdinas di kawasan Nganjuk kota itu.

Baca Juga  Pemdes Ketegan Semprotkan Disinfektan di Permukiman Warga

Dari baksos tersebut, panitia juga diberi masing-masing 7 paket yang dibagikan ke sekitar warga kurang mampu. Sedangkan 300 paket lainnya dibagikan ke wilayah Nganjuk, Sukomoro, Berbek, Bagor, Baron, Kertosono, Loceret hingga Surabaya dan Pandaan (Pasuruan).

Seperti diketahui, Alumni SPG Negeri Nganjuk peduli terdampak virus corona atau Covid-19. Tak hanya alumni 1983, ternyata para alumnus tahun 1985 pun tak mau ketinggalan. Mereka menggalang dana alumnus untuk membantu warga kurang mampu.

Berdoa dan memantapkan diri sebelum baksos

Ketua Panitia, Wardi, mengatakan, apa yang dilakukan para alumni SPGN Nganjuk tahun 1985 salah satu wujud kepedulian pada sesama. “Apalagi saat ini ada wabah virus corona, yang membuat sebagian masyarakat kena imbasnya, terutama dari sisi ekonomi,” kata Dalang Wardi–sapaan akrabnya.

“Yang kami sasar antara lain tukang becak, pedagang kecil atau pedagang kaki lima hingga anak-anak yatim piatu di panti asuhan. Kita beraksi mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai,” ujarnya.

Baca Juga  Jalan Protokol Kabupaten Jombang Disemprot Disinfektan

Kendati tidak seberapa namun upaya Alumni SPGN 1985 itu menunjukkan para alumnus masih memiliki kepedulian tinggi pada sesama. “Inilah salah satu manfaat komunitas alumni, ada bentuknya dan bermanfaat bagi sesama,” tutur dia. (edt)