Ini yang Akan Dilakukan Khofifah-Emil Usai Dilantik

110

Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak rencananya akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024 pada Rabu (13/2) pukul 15.30 di Istana Negara. Rupanya Khofifah telah memiliki agenda usai dia dan Emil dilantik.

Usai menghadiri acara ‘Mohon Diri Purna Tugas’ Gubernur Jatim Pakde Karwo di Grahadi, Senin (11/2) malam, Khofifah menguraikan beberapa agenda yang telah ia sepakati bersama Emil. Usai dilantik sebagai gubernur, dia akan mengikuti serah terima jabatan Ketua TP PKK Provinsi Jatim. Selanjutnya, dia dan Emil akan bergerak menuju kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

“Kami ingin aspek preventif atau pencegahan harus dikedepankan. Hal-hal yang menjadikan aparat ASN bekerja tenang dan penuh kepastian harus diciptakan. Kami berencana ke KPK dalam rangka mengedepankan aspek pencegahan,” kata Khofifah.

Keesokan harinya, Kamis (14/2) pagi, dia berencana ke kantor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Siang harinya dia dan Emil bertolak ke Jatim. Tempat pertama yang ia datangi adalah Masjid Al-Akbar Surabaya. Di sana dia akan melakukan sujud syukur bersama.

Setelah itu Khofifah-Emil akan bergerak ke Tugu Pahlawan untuk menyampaikan pidato kerakyatan gubernur dan wakil gubernur. Setelah itu, dia akan menuju Gedung Negara Grahadi untuk melakukan pemberian santunan kepada anak yatim, lansia dan dhuafa. Di Grahadi juga digelar khataman Alqur’an sejak pagi. “Bagi yang puasa, buka puasa bersama di sini hari Kamis,” ungkapnya.

Pada Jumat (15/2), Khofifah akan langsung tancap gas untuk merumuskan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) agar selaras dengan Nawa Bhakti Satya, janji politik yang diusung Khofifah-Emil. Selanjutnya, pada hari Senin (18/2) akan dilangsungkan serah terima jabatan Gubernur Jatim di DPRD dan penyampaian visi-misi.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jatim ke depan, Khofifah belum berencana untuk menempati rumah dinas gubernur. Pasalnya, Khofifah menganggap tempat tinggalnya yang berada di daerah Jemursari tidak terlalu jauh dari Grahadi atau kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan.

“Dulu waktu jadi menteri meskipun rumahku di gang kecil saya mengikuti saja format yang nanti kita lalui, tanpa harus mengurangi kinerja, efektivitas, serta produktivitas dari output pekerjaan yang saya lakukan. Jemursari cedek, rek!,” katanya.

Tak berbeda dengan Khofifah, rupanya Emil juga belum berpikir untuk pindah ke rumah dinas wakil gubernur. Untuk menunjang aktivitasnya di Surabaya, Emil mengontrak rumah yang lokasinya tidak jauh dari rumah Khofifah.

“Ya dilanjutin saja lah (mengontrak rumahnya). Kami tidak terburu-buru,” ujar Emil. “Buru-burunya fokus kerja dulu. Boyongan lama,” sahut Arumi Bachsin, istri Emil.

Saat disinggung mengenai Kabupaten Trenggalek yang akan ditinggalkan, Emil mengatakan dirinya sudah memaparkan pekerjaannya selama tiga tahun terakhir di DPRD Kabupaten Trenggalek agar sisa dua tahun ke depan dapat selaras. Dia juga optimis kehadirannya sebagai wakil gubernur akan menjadikan pembangunan wilayah selatan Jatim lebih baik lagi.

“Insya Allah kepedulian ibu Khofifah kepada wilayah selatan Jatim sudah menjadi bagian dari visi- misi. Kami optimis, kehadiran kami sebagai wakilnya Bu Khofifah bukan akan mengistimewakan Trenggalek, tapi tentunya kami memberikan porsi bagi pembangunan selatan yang lebih baik lagi ke depannya,” papar Emil.

Kepada Wakil Bupati Trenggalek yang nantinya menggantikan posisinya sebagai Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin, Emil berharap agar visi-misi yang dia janjikan ketika kampanye dapat direalisasikan. (uul)