Isi Orasi Ilmiah, Emil Imbau Wisudawan Miliki Keilmuan Multidisiplin

72
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ketika memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-46 Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Lulusan Perguruan Tinggi (PT) perlu belajar keilmuan multidisiplin agar bisa menambah keterampilan dan pengetahuan. Sebab, aspek tersebut menjadi salah satu cara efektif dalam menjawab tantangan zaman, terutama pada revolusi industri 4.0.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak saat menyampaikan orasi ilmiah Wisuda Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma ke-46 Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sabtu 13 April 2014. Menurut Emil, tantangan zaman sekarang menuntut manusia untuk multitasking. Sehingga, para civitas akademika dianjurkan untuk tidak hanya mempelajari satu ilmu saja.

“Sekarang ini eranya multidisiplin, jadi jangan terkungkung dengan batasan yang tertulis dalam ijazah, karena tidak ada batasan dalam berkarir di dunia kerja,” tutur pria yang juga Mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Ia melanjutkan, apabila hal itu tidak lekas diterapkan, ke depan manusia bisa tergerus oleh pesatnya kemajuan teknologi, khususnya artificial intelligent atau kecerdasan buatan. Ia mencontohkan, ketika sebuah bank membuka lowongan pekerjaan di posisi teller, pelamarnya begitu banyak. Namun, ketika yang dibuka adalah posisi programmer perbankan, hanya sedikit yang melamar.

“Padahal kebutuhan teller saat ini tidak terlalu signifikan seperti dulu, karena adanya m-banking maupun teknologi lainnya,” tambahnya.

Untuk itu ia meminta agar segenap wisudawan banyak membaca berbagai bidang keilmuan dan memperluas cakrawala. Sehingga nantinya, ketika peluang kerja di posisi apapun terbuka, para wisudawan bisa dengan mudah melamarnya.

Emil menambahkan, lulusan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu menyelesaikan PR pemerintah lewat inovasi dan kreativitas masing-masing. Sebab saat ini, tingkat pengangguran di Jatim hampir 70 persennya berada di rentang usia antara 15 sampai 24 tahun. Dan kebanyakan merupakan lulusan SMA.

“Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa jenjang pendidikan tidak berkolerasi lurus dengan pekerjaan yang ada. Di samping itu, minat wirausaha di kalangan muda masih sangatlah kecil,” tutur Emil.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak berfoto bersama segenap jajaran civitas akademika Universitas Muhamamdiyah Ponorogo dan sejumlah tamu undangan.

Selain itu, ia mengajak para wisudawan bersyukur, sebab angkatan kerja di Jatim di jenjang sarjana, jumlahnya tidak lebih dari 12 persen. Terlebih, dari sekitar 50 persen  lebih angkatan kerja di Jatim, diketahui hanya lulusan SMP. Hal itulah yang memicu banyaknya unskilled labour. Sehingga dalam kesempatan itu, Emil mengajak para wisudawan membangun ekosistem yang mendukung kreativitas dan mental wirausaha.

Di sesi terakhir orasi ilmiahnya, Emil menegaskan jika kampus mampu memberikan pengetahuan untuk mencari jawaban dalam segala masalah dunia. Lantas ia berharap, agar para wisudawan bisa sukses melewati babak baru dalam hidupnya

“Proses wisuda ini adalah babak baru dalam memasuki dunia nyata. Semoga sukses selalu dalam berkarya untuk menghasilkan yang terbaik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ponorogo, Rektor dan seluruh akademisi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, berbagai pejabat di lingkup OPD Kab. Ponorogo, serta 287 wisudawan dan wisudawati. (dd-7, hms)