Warisatul Hasanah SE

Jadi Pengusaha Sukses, Waris Ditempa Didikan Keluarga

462

Menjadi pengusaha berskala internasional dan mampu membuka ratusan lapangan kerja menjadi impian Waris sejak dahulu. Dia menyebutnya sebagai ‘mimpi konyol’. Perempuan kelahiran Bangkalan ini bercerita, dulu sewaktu kuliah salah seorang dosen pernah bertanya pada teman-teman sekelas Waris tentang cita-cita mereka. Tiba giliran Waris, dia menjawab cita-citanya adalah mempunyai perusahaan go international, tapi saat itu dia tidak tahu perusahaan apa yang akan ia rintis.

“Teman-teman dan dosen saya ketawa. Konyol memang, ingin punya perusahaan tapi gak tahu perusahaan apa. Tapi saya akhirnya bisa membuktikan itu.” kata Waris.

Kepada para pengusaha pemula yang sedang merintis usaha, putri dari pasangan Ismail dan Maryam ini menekankan, menjadi pengusaha haram putus asa. Kalau jatuh, harus siap bangun lagi dan berlari. Dia menceritakan, dia pernah mengalami masa terburuk dalam usahanya. Tahun 2008 usahanya memiliki grafik bagus. Memasuki tahun 2013, grafiknya melonjak drastis hingga dia menjadi miliarder. Namun, ternyata dia kena tipu. Usahanya pun jatuh dengan sangat drastis.

Baca Juga  Cika Handycraft, Kenalkan Kekayaan Budaya dengan Boneka

“Dari situ saya tetap bangun dan sampai sekarang tidak pernah tutup butik. Saya punya keyakinan impian masih banyak. Kalau kena tipu, nanti bisa balik lagi karena kita sendiri yang punya ide, menjual, dan yang punya inovasi,” tegas Waris.

Waris mengatakan, orangtuanya memiliki andil besar dalam membentuknya sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah. Waktu kecil, dia selalu ditekankan untuk berani, dilarang takut. Orangtuanya mendidik dengan disiplin yang keras. “Didikan orangtua saya keras. Udah terbentur-bentur akhirnya terbentuk. Dari benturan itulah akhirnya jadi bentukan yang indah,” ungkapnya.

Diakui Waris, dulu orangtua sempat tidak mendukung dia merintis usaha batik. Namun, ketika dia berhasil membuktikan kemampuannya, orangtua justru membantu Waris membesarkan perusahaannya. Karena memiliki jahitan yang bagus, bapaknya mengepalai bagian konveksi. Sedangkan ibunya bertugas meng-handle bagian manajemen. Kecuali itu, suami dan saudara-saudaranya memiliki andil dalam membesarkan perusahaannya.

Baca Juga  Sospeso untuk Home Decor sampai Fesyen

Waris juga menyebutkan jasa para mentor usahanya. Ketika merintis usaha di bangku kuliah, dosennya menjadi mentor. Sejak juara Wirausaha Muda Mandiri, dia mendapat mentor dari bank penyelenggara penghargaan. Selanjutnya dia mengikuti ajang Diplomat Succes Challenge dan mendapat mentor yang mementori dia sampai sekarang.

“Saya bersyukur mereka selalu support, mulai dari cara menyikapi pangsa pasar, tamu, dan mengajari bahwa bisnis tidak sekadar jualan,” ujarnya.

Untuk mengembangkan usahanya, penerima penghargaan Creative Woman of The World tahun 2016 di Amerika Serikat ini telah menyiapkan berbagai inovasi. Dia kini sedang membidik pasar Eropa. Jika Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat lebih menyukai batik berbentuk blazer atau syal, maka Eropa lebih menyukai set interior rumah, seperti taplak, sofa, dan gorden. Kecuali itu, dia memiliki keinginan mengerjakan gaun pernikahan Eropa.

Baca Juga  Hasil Karya Juwito demi Budaya Bangsa

“Maunya pengantin dan semua undangan yang datang memakai batik aromatherapy. Saya bikin konsep itu tapi belum ketemu desainer yang bikin gaun pengantin,” katanya.

Di akhir perbincangan, Waris mengungkapkan harapannya agar perusahaanya semakin maju, batik Madura semakin terangkat dan dikenal banyak banyak orang. “Saya lebih mengenalkan batik Madura ke dunia internasional. Negara lain juga harus tahu bahwa Madura punya banyak motif batik,” pungkasnya. (via)

Biodata:

Nama Lengkap            : Warisatul Hasanah SE
TTL                              : Bangkalan, 10 Maret 1988
Suami                          : Saifie Asrori
Orangtua                     : Ismail – Maryam
Pendidikan                  : STIE Perbanas (S1 Manajemen Pemasaran)
Penghargaan               :

  • Auditing Student Program (Australia, 2008)
  • Perniagaan Antar Negara (Malaysia, 2013)
  • Wirausaha Muda Mandiri (2014)
  • Runner Up Diplomat Succes Challenge (2015)
  • Creative Woman of The World (Amerika Serikat, 2016)

Aktivitas                      : Owner PT Sinar Utama Madura (sejak 2013)