Jalan Kaki dari Mojokerto Ke Jakarta, Tiga Warga Desa Lebakjabung Ingin Bertemu Presiden Jokowi

238

Sekelompok masyarakat di Desa Lebakjabung, Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto membuat sebuah komunitas untuk merawat dan menjaga lingkungannya agar tetap lestari. Komunitas ini bernama Gakopen (Gabungan Komunitas Perlindungan Lingkungan).

Salah satu gerakan yang gencar dilakukan hingga kini adalah mencegah penjarahan batu di Sungai Selomalang yang makin hari makin merajalela. Jika sebelumnya mereka mencegah dengan cara menghadirkan wisata river tubing, baru-baru ini, mereka melakukan aksi yang mengundang simpati berbagai kalangan.

Tiga orang dari mereka nekat berjalan kaki dari kampung halaman menuju Jakarta untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Tujuannya, ingin melaporkan galian C yang di lakukan di desanya. Ketiganya adalah; Ahmad yani (45), Sugiantoro (31) dan Heru Prasetyo (26).

Yani, sapaan akrab Ahmad Yani, ketua Gakopen bersama dua temannya melakukan perjalanan sejak Minggu, 26 Januari 2020 lalu. Malam ini (1/2), ketiganya sudah di Jakarta. Saat dihubungi, Yani menyampaikan kabar kondisi dirinya dan kedua temannya.

Baca Juga  Dukung Warga Mojokerto, Aksi Kamisan Depan Istana Sore ini Serukan ‘Stop Aktivitas Tambang’

“Alhamdulillah sehat dan aman, mas. Sekarang kami lagi diskusi bersama teman-teman di Jakarta,” tuturnya.

Menurutnya, adanya galian C di lingkungan desanya itu sangat menganggu ekositem alam dan juga aktivitas sehari-hari masyarakat. Mereka kesulitan mendapatkan air yang bersih karena air yang digunakan sehari-hari mulai keruh.

Bahkan, air yang mengalir tak selancar dulu. Warga harus dijadwal untuk bergantian mendapat aliran air. Tidak itu saja, persawahan yang ada di desa dalam waktu-waktu tertentu juga kesulitan mendapat air. Jika sebelumnya saat musim kemarau masih leluasa untuk melakukan aktivitas pertanian, kini perlahan kian terganggu.

“Besok pagi rencananya kami akan melanjutkan perjalanan ke KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) kemudian lanjut ke Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia). Jika kami tidak ditemui, kami akan tidur di pintu gerbangnya,” tegasnya. (fan)