Jambore Kader PKK Kota Surabaya Bertabur Apresiasi

85
Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit (dua dari kanan) bersama Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Jatim Theresia M. Subagjo memberikan penghargaan kepada para kader. Foto: Ulviyatun Ni'mah/derapdesa.id

Sebagai bentuk apresiasi kepada para kader yang telah menyukseskan program PKK, TP PKK Kota Surabaya menggelar jambore kader PKK. Pemberian penghargaan dan berbagai lomba mewarnai acara tersebut.

Rasa bahagia tidak dapat disembunyikan 31 kader PKK yang menerima penghargaan dari TP PKK Kota Surabaya saat gelaran Jambore Kader PKK Kota Surabaya, Selasa (16/7). Mereka menerima penghargaan tersebut karena telah mendedikasikan hidupnya selama minimal 20 tahun untuk PKK tanpa putus.

Ada yang telah mengabdi selama 23 tahun, ada pula yang telah mengabdi selama 43 tahun. Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka, TP PKK Kota Surabaya memberikan piagam penghargaan dan tali asih.

Tak hanya kepada para kader yang telah mengabdi ke PKK selama lebih dari dua dekade, TP PKK Kota Surabaya juga memberikan penghargaan kepada beberapa pihak yang telah membantu kelancaran program dan kegiatan PKK.

Mereka adalah Eny Sulton yang secara rutin memberikan dukungan untuk membantu ibu-ibu hamil kurang mampu, pimpinan GAIN Provinsi Jatim yang telah mengembangkan kegiatan Posyandu dengan metode Emo-Demo, dan pimpinan Indofood yang telah memberikan harga khusus untuk pembelian susu bagi ibu hamil yang tidak mampu.

Semua penghargaan tersebut diberikan Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit Sugiharsono yang didampingi Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Jatim Theresia M. Subagjo.

BANGGA. Para kader penerima penghargaan dari TP PKK Kota Surabaya. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Saat memberikan sambutan, Ketua TP PKK Kota Surabaya Siti Nuriya Zam Zam Sigit Sugiharsono yang akrab disapa Bu Sigit menjelaskan, jambore kader PKK Kota Surabaya ini digelar untuk memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan TP PKK dan kader PKK antar kecamatan dan sebagai apresiasi terhadap kader-kader PKK yang selama satu tahun ini telah melaksanakan peran sertanya dalam membantu program pemerintah dan program PKK,” ujarnya.

Istri Kepala Inspektorat Kota Surabaya itu juga menyampaikan beberapa prestasi dan pencapaian yang berhasil diraih TP PKK Kota Surabaya dalam satu tahun terakhir. Yakni, Pakarti Utama II lomba PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja) tingkat nasional tahun 2018, menurunkan AKI dan AKB dengan melakukan pendampingan ibu hamil dan ibu nifas, serta bekerja sama dengan GAIN untuk menerapkan kegiatan Posyandu Emo-Demo di 17 kecamatan yang akhirnya dikembangkan ke 14 kecamatan lainnya oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

“Saat ini Posyandu di seluruh kecamatan sudah menerapkan Emo-Demo,” tuturnya.

Jambore Kader PKK Kota Surabaya diwarnai dengan lomba tumpeng kue tradisional, lomba pesan berantai, dan lomba make up dari belakang. Foto: Ulviyatun Ni’mah/derapdesa.id

Selain dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada beberapa pihak, jambore kader PKK Kota Surabaya juga diwarnai dengan bazar dan beberapa macam lomba, yakni lomba pesan berantai, lomba merias wajah dari belakang, dan membuat tumpeng kue tradisional.

Sementara itu, Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Jatim Theresia M. Subagjo mengungkapkan kebanggaannya pada TP PKK Kota Surabaya. “Kami merasa bangga karena setiap lomba di tingkat nasional, PKK Kota Surabaya selalu mewakili,” ungkapnya.

Dia berpesan, sejalan dengan visi-misi presiden Indonesia, ke depan salah satu prioritas kegiatan PKK adalah pencegahan kematian ibu hamil dan balita serta stunting. Oleh karena itu, dia meminta para kader untuk lebih giat menyosialisasikan, mendampingi ibu hamil, dan mengoptimalkan Posyandu untuk mencegah stunting.

“Pencegahan stunting menjadi tugas semua kader. Semua kader dari Pokja I sampai Pokja IV harus bersinergi dalam menuntaskan stunting,” pungkasnya. (via)