Jamur Nikmat Ala Vins Auliya

164
Nasi sambal jamur kerang. Foto-foto: Vins Auliya for derapdesa.id

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitulah kiranya peribahasa yang cocok   untuk menggambarkan Asri Eka Vinanti (39), pemilik Omah Jamur asal Kabupaten Jember. Tak sekadar budidaya jamur yang ia lakoni, tapi juga bisnis aneka olahan jamur. Bagaimana kisahnya?

 Sebelum benar-benar melabuhkan hati di dunia jamur, di tahun 2010, Vina adalah seorang pembuat kue. Kue-kue itu dijajakan kepada orang sekitar untuk menambah pemasukan kehidupan rumah tangganya. Kebiasaan tersebut dilakukannya dengan telaten hingga tahun  berganti empat kali.

Wanita kelahiran Jember ini masih ingat betul. Kepada Puspa, ia mengisahkan, dari usaha kue berganti jadi usaha jamur bermula saat ada tawaran berbisnis jamur tiram dari temannya di tahun 2014. Tawaran itu membuatnya tergiur. Pertama kali, ia mencoba membeli 800 baglog jamur tiram.

Jamur yang ia budidayakan di area rumahnya, Jalan Bromo No 4 Kalisat, Jember itu ia rawat dengan baik. Berkat budidaya itu, dalam seharinya saja, kata dia, bisa panen hingga 8 kilogram. Nah, dari situ akhirnya ia memutuskan, selain berbudidaya juga berbisnis aneka olahan jamur tiram.

“Waktu itu saya berfikir, selain jual mentahnya mending saya jual juga olahannya. Akhirnya saya mencari, kira-kira bagaimana cara menciptakan resep dari jamur yang bisa diterima dan diminati masyarakat? Nah, kebetulan waktu itu di Jember lagi trend (disukai, red) bakso kabut. Akhirnya, olahan pertama saya terciptalah menu jamur kabut,”paparnya.

jamur kabut

Jamur kabut ala Vins Auliya adalah makanan berbahan dasar jamur tiram yang dipadukan dengan putih telur. Rasanya gurih dan nikmat. Satu hal yang paling menantang, lanjut Vina, yaitu rasa pedasnya. Istimewanya, rasa pedas bukan dari tambahan sambal sebagai pelengkap, tapi murni dari racikan bumbu di dalamnya.

Lambat laun olahan jamur Vina kian bertambah. Saat ini, selain jamur kabut ada delapan menu lainnya, diantaranya; siomay jamur, bakso jamur, steak jamur, rolade jamur, bakwan jamur, tahu walik jamur, nasi kebuli jamur dan nasi rendang jamur. Semua menu itu dibandrol dengan harga mulai Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.

Wanita yang hobbi traveling itu menuturkan, guna menjaga mutu serta kualitas omah jamur miliknya, satu langkah yang konsisten ia terapkan ialah terus berinovasi. “Misalanya, yang sudah saya terapkan itu bagaimana olahan jamur saya tidak terlalu bau jamur seperti umumnya. Mengapa? Karena, kadang orang-orang males dengan aroma jamurnya itu,” imbuhnya.

Dari usaha yang ia rintis itu, tanggal 3 Maret lalu, ia berhasil membuka omah jamur dengan nuansa baru. Ia menaruh harap, kedepan bisa membangun rumah makan khusus olahan jamur yang lebih besar serta bisa jadi produk nasional.

Selain itu, wanita kelahiran 5 Agustus ini juga ingin, agar pemerintah dalam menarapkan pengurusan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak terlalu mahal. (fan)

Nuansa baru omah jamur