Jasmine Food, Dari Hobbi Jadi Ladang Rezeki

178

Berbekal keahlian dalam bidang memasak, Dwi Romadhani (27) menjadi satu di antara perempuan yang tak selalu berpangku tangan. Bersama suami, sejak tahun 2017 lalu ia menekuni usaha kuliner dengan nama ‘Jasmine Food’. Satu jurus jitunya ialah cita rasa yang tak pernah berubah.

TANGAN terampil Dwi –sapaan akrab Dwi Romadhani- terlihat saat memasak menu ayam wijen untuk pelanggannya. Pagi itu ia cukup sibuk menyiapkan sekaligus menata beberapa bahan yang dibutuhkan. Mulai; aneka bumbu, tepung, saos, kecap, air, ayam, wijen dan lain sebagainya.

Usai menyiapkan bahan, beberapa kali ia menyelupkan potongan ayam ke dalam adonan basah dan berganti ke adonan tepung kering. Potongan ayam itu lantas digoreng hingga berwarna kemerahan. “Potongan ayam sebelumnya dimarinasi dulu selama satu jam baru dilakukan proses itu. Selanjutnya tinggal kasih saos dan bumbu pelengkap,” paparnya.

Sehari-hari Dwi menghabiskan waktu memasak di Villa Jasmine 1, Sidoarjo. Selain ayam wijen, nyatanya, ia juga memiliki menu lainnya. Diantaranya; ceker pedas mercon, kepala pedas mercon, sayap pedas mercon, geprek dan berbagai menu harian lainnya. Namun, dua menu yang jadi favoritnya adalah ayam wijen dan ceker pedas mercon.

Jika ingin menikmati menu Jasmine Food, para pecinta kuliner juga tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup Rp 10 ribu saja untuk satu menu. Kepada puspa, wanita kelahiran Bojonegoro itu mengaku menekuni usaha kuliner sejak pertengahan tahun 2017. “Sebenarnya berawal dari hobbi. Dan saya ingin menjadikan hobbi ini sebagai ladang penghasilan,” katanya lantas tersenyum.

Tiga tahun berjalan keinginannya perlahan membuahkan hasil. Dari menyalurkan hobbi memasak, istri Edi itu bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan mampu menambah tabungan keluarga. Lantas, langkah apa yang digunakan untuk memikat hati para pelanggan? Satu hal yang dijaga, nyatanya, soal cita rasa yang tak pernah berubah.

Ibu satu anak ini menuturkan, dari pertama kali buka sampai sekarang rasa olahan makanannya tak pernah berubah. Artinya, selalu konsiten dengan rasa makanan yang dibuat. Pertama kali, kisah dia, pemasarannya lebih sering melalui medsos serta dari mulut ke mulut. Dan kini, Jasmine Food sudah memiliki beberapa pelanggan setia.

“Ya, alhamdulillah. Mulai karyawan kantor, karyawan toko, karyawan pabrik, ibu-ibu rumahan dan beberapa teman saya dari luar Sidoarjo juga banyak yang beli. Selain harganya tak terlalu mahal, kita juga menjaga rasa agar tidak pernah berubah. Bahkan, pelanggan yang memesan lewat medsos (media sosial) juga siap kita antar ke lokasi,” imbuhnya

Kedepan, ia memiliki keinginan usaha kulinernya bisa semakin dikenal masyarakat. Selain itu, ia juga berharap bisa membuka rumah makan yang besar agar semua kalangan bisa menikmati hasil masakannya. (fan)