Jatim ‘Kuasai’ Peringkat Desa IDM Terbaik Nasional

36
Hamparan sawah nan indah di Desa Ngroto, Kec. Pujon Kab. Malang, sebagai Desa IDM Terbaik Nasional

Indeks Desa Membangun (IDM)  yang dirilis Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) tahun 2018 menorehkan kebanggan bagi Jawa Timur. Selain berhasil meraih posisi pertama nasional, 4 desa dari sepuluh terbaik IDM diraih desa dari provinsi ini.

.

 

EKSPRESI wajahnya tenang, gaya bicaranya santai, namun sesekali intonasinya menekankan hal-hal prinsip, dan beberapa joke santai ia sampaikan untuk mengisi ketegangan. Begitulah gaya Prayogi SH, Kades Ngroto, Pujon Malang saat didaulat menjadi pemateri dalam kegiatan Optimalisasi Dana Desa dalam Percepatan Pengentasan Desa Tertinggal di Jatim, yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prov. Jatim di Malang, awal September lalu.

Prayogi memang pantas mendapat kesempatan itu. Sebab berdasar penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) Kemendesa PDTT tahun 2018, Desa Ngroto yang ia pimpin terpilih sebagai desa tertinggi IDM-nya dan menjadi desa terbaik I tingkat nasional. Dengan begitu, berarti Ngroto telah mampu menyisihkan sekitar 73 ribuan desa lain di tanah air.

Lantaran prestasinya itu, Prayogi didaulat untuk menyampaikan success story-nya hingga mampu mendongkrak status desanya dari desa tertinggal pada tahun 2014 menjadi desa mandiri di tahun 2017.

Prayogi mengisahkan, untuk mencapai IDM tertinggi, banyak indikator yang harus disinergikan dengan RPJMDesa, RKPDesa, dan APBDesa. Seperti Indek Ketahanan Ekonomi (IKE), Indek Ketahanan Sosial (IKS), dan Indek Ketahanan Pendidikan (IKP).

‘’Semua itu tentu tak mudah dicapai kalau kita tidak punya jiwa enterpreneur yang didukung dengan rasa kebersamaan, baik dengan semua pemerintahan, lembaga desa,  partisipatif masyarakat maupun hubungan lintas sektoral,’’ terangnya.

Memang, lompatan Desa Ngroto bisa dibilang cukup mencengangkan. Betapa tidak, dalam waktu tiga tahun, desa ini mampu menaiki tangga status desanya, dari desa tertinggal, menuju desa berkembang, lalu menjadi desa maju dan melonjak menjadi desa mandiri. ‘’IDM tertinggi dan terbaik itu hampir sama dengan sebuah daerah yang mendapatkan Adipura lho,’’ kata Prayogi berseloroh.

Tak hanya Ngroto, kondisi membanggakan juga ditorehkan Desa Gondang dan Desa Sukosewu, keduanya dari Kec. Gandusari Kab. Blitar. Berdasar penilaian IDM Kemendesa PDTT, dua desa ini berada di posisi terbaik ke-2 dan ke-5 tingkat nasional.

Selain tiga desa itu, Desa Jajar Kec. Talun Kab Blitar juga layak diapresiasi. Sebab, desa ini juga masuk dalam 10 besar desa IDM tertinggi nasional meski di urutan yang kesepuluh.

Mardi Basuki, Kades Sukosewu Kec. Gandusari mengaku bangga atas prestasi yang diraih. Secara bersamaan, tahun ini Sukosewu juga meraih prestasi membanggakan sebagai juara I Lomba Desa Berhasil tingkat Provinsi Jawa Timur.

‘’Kami merasa bangga dan bersyukur dengan semua ini. Modal utama dari semua ini sebetulnya adalah rasa handarbeni yang tinggi dari segenap masyarakat desa. Modal inilah yang menjadi salah satu pendorong hadirnya partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program pemerintah di desa kami,’’ ujar Ukik, panggilan akrab Mardi Basuki.

Di samping empat desa asal Jatim, capaian IDM tertinggi nasional juga diraih beberapa desa di sejumlah provinsi. Di antaranya, tiga desa dari Jawa Tengah, dan masing-masing satu desa dari Provinsi Bali, Bengkulu dan Sumatera Barat.

 

IDM Kemendesa

Selain empat desa yang membanggakan di peringkat 10 besar nasional, penilaian IDM Kemendesa PDTT juga menorehkan rasa bangga bagi Jatim di peringkat 100 besar, desa IDM tertinggi tingkat nasional.

Berdasar penilaian Kemendesa PDTT yang dikuatkan dalam Surat Keputusan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) nomor 52 tahun 2018, Jawa Timur kembali mendominasi peringkat 100 desa tingkat nasional dengan menyumbangkan sebanyak 33 desa yang ber-IDM tinggi dengan status desa mandiri.

Jumlah itu tentunya menjadi jumlah desa terbanyak yang disumbangkan berbagai provinsi di tanah air. Setelah Jatim, peringkat kedua terbanyak yang menyumbangkan desa ber-IDM tinggi adalah Provinsi Jawa Tengah dengan 16 desa.

Posisi itu lalu disusul Provinsi DI Yogyakarta dengan 14 desa, Bali (13 desa), Jawa Barat (12 desa), Sumatera Barat (4), Jambi (3), Bengkulu (2) dan masing-masing satu desa dari Provinsi Aceh, Riau dan Kalimantan Timur.

Khusus Jawa Timur, sumbangsih 33 desa tersebut berasal dari enam kabupaten, yakni, Kabupaten Malang (10 desa), Kabupaten Blitar (11 desa), Banyuwangi (8 desa), Jember (2 desa) Bojonegoro (1) dan Kabupaten Ngawi (1).

Secara keseluruhan, berdasar data IDM Kemendesa PDTT, status desa di Jatim masih didominasi Desa Berkembang dengan jumlah 5.006 desa. Sedang status Desa Mandiri berjumlah 69 desa, Desa Maju 989 desa, Desa Tertinggal 1.569 desa dan Desa Sangat Tertinggal berjumlah 90 desa. (yus)