Jembatan Kanor-Rengel Segera Dibangun, 2024 Ditargetkan Rampung

110
Khofifah menandatangani nota kesepahaman pembangunan jembatan yang menghubungkan Bojonegoro dan Tuban.

Demi meningkatkan konektivitas masyarakat Tuban dan Bojonegoro, pemerintah akan membangun jembatan yang menghubungan dua kabupaten tersebut. Komitmen pembangunan jembatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Tuban, dan Bupati Bojonegoro.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan di desa Pesen, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Jumat (24/05/2019) dan disaksikan Kadis ESDM Jatim, Forkopimda Bojonegoro, pimpinan OPD dari Pemkab Tuban dan Bojonegoro, dan warga desa setempat.

Khofifah menerangkan, pembangunan jembatan dilakukan dengan sistem kemitraan antara Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Pembangunan ini bertujuan mampu meningkatkan konektivitas antar warga di kabupaten Tuban dan Bojonegoro dan menjadi upaya produktif yang mendukung efektifitas dan efisiensi.

“Diharapkan dengan dibangunnya jembatan ini dapat meningkatkan nilai perekonomian, kualitas kesehatan, dan pendidikan, terutama bagi warga kecamatan Kanor dan Rengel,” imbuhnya.

Mantan Menteri Sosial ini menghendaki agar di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro terdapat sentra pembudidayaan melon yang berkualitas ekspor. Ia mengatakan, Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah mengembangkan melon yang berbentuk kotak berkualitas ekspor. “Hal ini dapat mendukung upaya percepatan penyejahteraan masyarakat mengingat budidaya melon mampu menghasilkan profit hingga tujuh kali lipat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wabup Tuban Ir H Noor Nahar Hussein MSi menyatakan bahwa Pemkab Tuban telah menyiapkan lahan untuk tapak jembatan di Desa Ngadirejo, Rengel. Terkait dengan pembiayaan, pembangunan jembatan sepanjang 200 meter ini akan dibagi antara Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro, dan Pemkab Tuban. Pembangunan jembatan ini akan melintasi Sungai Bengawan Solo dan ditargetkan selesai pada tahun 2024. (uul, mit)