Johan Menang di Jekek, Darmadi Terpilih Lagi

314
Para pendukung Moh Johanudin pada Pilkades Desa Jekek

Hiruk pikuk pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Nganjuk 2019, pada Selasa (12/2) memunculkan berbagai ekspresi. Yang menang pasti senang dan girang, sedangkan yang kalah tentu kecewa, dan tidak sedikit yang bersedih atas kekalahan itu.

“Alhamdulillah…keponakanku menang!” teriak Enieq Sriani, warga Dusun Termas, salah satu dusun di wilayah Desa Jekek, Kec Baron, Kab Nganjuk. “Mobil Pertiwi siap menjemput iring-iringan menuju rumah,” lanjutnya.

Yang dimaksud ‘keponakan’ adalah Mohammad Johanudin, SPd, salah satu dari dua calon kepala desa (Cakades) yang bersaing pada Pilkades Desa Jekek. Kandidat lainnya adalah seorang perempuan bernama Warasiyah.

Pada perhelatan pesta demokrasi desa itu, Johanudin mempecundangi lawannya dengan perolehan suara 2.424 dari total suara sah 4.111. Sedangkan Warasiyah meraih suara 1.642. Pilkades Desa Jekek hanya diikuti dua cakades yang bersaing.

Dari lima dusun di Desa Jekek, Warasiyah mampu unggul di dua dusun, yakni Dusun Sumurpandan dengan perolehan suara 366, sedangkan Johan 355. Kemudian Dusun Kuniran dengan pencapaian suara 511, sedangkan Johan 469.

Namun di tiga dusun lainnya, keponakan Enieq itu mampu mengungguli lawannya. Di Dusun Jekek, Johan meraup suara 516, sedangkan Warasiyah 289, kemudian di Dusun Sambirobyong meraih suara 346 dan lawannya 311. Yang telak di Dusun Termas, Johanudin menyabet suara 738 dan Warasiyah hanya mendapatkan 165 suara.

“Alhamdulillah, selamat nggih Mbak Enieq…semoga keponakannya bisa mengemban tugas ini dengan amanah. Aamiin,” ucap Endang Setya Siswani, salah satu rekan Enieq, yang memberikan ucapan selamat kepada Johanudin, keponakannya. Tak sedikit yang memberikan ucapan selamat kepada Johanudin melalui Enieq.

Warga antre mencoblos pada Pilkades Plosoharjo, Kec Pace.

Sementara itu pada perhelatan Pilakdes di Desa Bodor, Kecamatan Pace, cakades yang juga incumbent, Darmadi, terpilih kembali untuk ketiga-kalinya. Dia mengalahkan satu-satunya pesaing yakni Imam Suherdik.

“Pak Darmadi menang dengan selisih 89 suara. Lawannya, Pak Imam Suherdik, mendapatkan 763 suara, sedangkan Pak Darmadi meraih total 874 suara dari 1.650 suara dan 13 suara tidak sah,” ujar Yunanto, warga Dusun Jepang, Desa Bodor.

Kemenangan yang diraih Darmadi itu wajar, karena selain berpengalaman memimpin Desa Bodor sebanyak dua kali, menurut beberapa warga, modalnya pun cukup banyak. “Ya, menurut informasi dari beberapa warga seperti itu,” lanjut Yunanto tanpa menyebutkan nilai nominalnya. (edt)