KEK Singhasari Integrasikan Tiga Sektor Unggulan

135

Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari mendapat signal bagus dari Pemerintah. November lalu, Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution telah menyetujui rencana pembangunan kawasan ini. Kini, KEK Singhasari sedang menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai payung hukum pembangunannya.

Rencananya, KEK Singhasari yang berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini akan dikembangkan dengan konsep yang mengintegrasikan tiga sektor andalan, yakni, parisiwata, teknologi digital dan ekonomi kreatif.

Jika terealisasi, maka KEK Singhasari akan menjadi satu-satunya KEK di Indonesia, dan bahkan di dunia yang dibangun dengan mengintegrasikan tiga sektor tersebut.

“Yang kami tahu, hingga kini belum ada KEK yang mengintegrasikan ketiganya. Mandalika di Lombok cuma pariwisata. Di Jerman juga ada tapi salah satu sektor juga,” papar Kriswidyanto Purwanto, General Manager PT Intelegensia Grahatama, di hadapan sejumlah wartawan di kantornya, Sabtu (8/12).

Atas keunggulan tersebut, ia pun optimistis KEK Singhasari akan mampu memberikan dampak ekonomis tidak hanya di tingkat kecamatan, nun juga lokal kabupaten dan juga regional Jawa Timur.

Untuk sektor pariwisata, yang menjadi bidikan KEK Singhasari adalah Bromo, Tengger dan Semeru (BTS). Tiga destinasi ini dipandang sangat ikonik bagi Pariwisata Jatim.

” Tentu BTS nanti juga akan dihubungkan dengan destinasi wisata lain di sekitarnya,” tambahnya.

Selain itu, Singosari yang secara historis telah dikenal sebagai kerajaan besar dengan wilayahnya yang luas juga akan dikembangkan sebagai wisata sejarah.

Peninggalan Singosari dalam berbagai bentuk itu nantinya juga akan dikembangkan bersama kerajinan yang ada di wilayah Malang ini sebagai bentuk ekonomi kreatif.

“Nantinya kita berharap akan ada semacam inkubasi bagi para perajin dan UMKM di KEK ini,” ujarnya.

Sebagai tuntutan dunia menghadapi revolusi industri 4.0, kawasan KEK nantinya juga dilengkapi dengan teknologi digital 4.0. Upaya itu sekaligus untuk menjawab tuntutan zaman bagi masyarakat digital yang semua aktvitas kerjanya berbasis digital.

“Sekarang ini, meski ada tempat yang bagus, kawasan yang nyaman, tapi kalau tidak ada wifi atau signal internet yang bagus nggak akan diminati,” ujarnya.

Sementara itu, KEK Singhasari yang akan dibangun secara bertahap diperkirakan akan membutuhkan investasi hingga mencapai Rp 18 triliun.

Kebutuhan itu untuk membangun berbagai fasilitas di atas lahan seluas 283,1 ha yang berada di wilayah tiga desa, meliputi Desa Purwoasri, Desa Langlang dan Desa Klampok. (yus)