Kembangkan Batik dengan Teknik Sospeso Trasparente

71

Batik tidak hanya dapat diolah menjadi baju. Ada banyak kerajinan lain yang dapat dihasilkan dari sehelai kain batik. Seperti Diana Kartika Damayanti yang mengembangkan batik dengan teknik sospeso transparente. Seperti apa?

Bagi sebagian orang, kain perca dianggap tidak berguna. Namun bagi Diana Kartika Damayanti, kain perca bisa dia ubah menjadi kerajinan yang memiliki nilai tambah. Diana memanfaatkan kain perca tersebut dengan teknik sospeso transparente, teknik yang dikembangkan Monica Allegro dari Italia.

Perempuan asal Surabaya ini memberikan sentuhan etnik dalam karyanya. Dia membuat sospeso transparente dari perca motif batik, baik yang berbentuk bunga atau lainnya, lalu dia buat menjadi aneka aksesoris seperti kalung, hiasan pigura, dan hiasan clutch bag. Hal ini sengaja dilakukan sebagai upaya mengembangkan batik.

“Saya ingin mengajak orang agar lebih cinta batik. Tidak cuma baju, batik juga bisa dibuat lainnya,” ungkap Diana saat ditemui dalam event PKK Kota Surabaya, Juli 2018 lalu.

Diana sedang membuat kerajinan sospeso

Usaha aksesoris batik dengan teknik sospeso baru dia tekuni sekitar setahun belakangan. Hal itu bermula ketika dia mengikuti gelar Jatim Fair 2017. Karena dalam event tersebut banyak memamerkan batik, Diana pun terinspirasi untuk memanfaatkan batik sebagai bahan kerajinan. Beberapa bulan kemudian, dia dikirim untuk mengikuti Indonesia Fashion Week di Jakarta.

Diana yang juga anggota Komunitas Crafter Surabaya ini menjelaskan, teknik sospeso mirip dengan decoupage. Sama-sama menggunakan print film. Namun bedanya, motif sospeso tampak timbul. Cara pembuatannya pun lebih ribet. Pembuatan decoupage memerlukan langkah menempel print film, divernish, dan dilapisi. Sedangkan untuk membuat sospeso harus memotong motif kecil-kecil, ditempel dengan print film, digunting, kemudian diemboss dan dibentuk agar tampak timbul, baru kemudian disusun.

Teknik sospeso dia pelajari secara otodidak. Diana memang memiliki bakat dan tertarik dalam bidang keterampilan. Dulu, dia sempat berprofesi sebagai penjahit. Profesi itu dia tinggalkan karena memilih bekerja. Karena mengalami kecelakaan di jalan, Diana memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan beristirahat di rumah. Di saat itulah dia mulai mempelajari teknik sospeso dan merintis usaha.

Menurut Diana, usaha sospeso ini memiliki prospek cukup bagus. Para pelanggan kerap memesan 1 set. Mulai tas, gelang, kalung, dan aksesoris lainnya. Dalam sebulan, dia bisa meraup omzet hingga Rp 5 juta. Selain di pameran-pameran, produk Ikediana Craft juga telah dipasarkan di luar negeri.

Saat ini Diana masih kesulitan mencari pegawai untuk membantunya produksi. Selama ini usahanya dia jalankan sendiri, mulai dari produksi hingga pemasaran, baik melalui pameran atau pasar online.

Selain mengembangkan usaha, Diana juga kerap memberikan pelatihan pada komunitas. Baik tetangga, atau kumpulan ibu-ibu PKK. Bersama teman-temannya, Diana memiliki satu kelompok binaan yang diajari membuat berbagai kerajinan.

Ke depan, Diana berharap usahanya akan terus berkembang, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. “Rencana pengembangan itu pasti ada untuk nambah pendapatan keluarga,” pungkasnya. (ima)

 

Data Usaha:

Nama Usaha   : Ikediana Craft

Pemilik          : Diana Kartika Damayanti

Alamat            : Babatan Pratama, Wiyung, Surabaya

Telepon           : 085232671912