Kembangkan Program KKBPK, BKKBN Jatim Teken MoU dengan Ubhara

249

Demi menyukseskan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan Universitas Bhayangkara (Ubhara), Selasa (2/4).

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim H Yenrizal Makmur SP MM menyatakan, saat ini permasalahan yang dihadapi bangsa khususnya di Jawa Timur tidak hanya terkait masalah jumlah atau kuantitas penduduk, melainkan juga kualitas. 30 persen penduduk Jawa Timur tidak lulus sekolah dasar, 32 persennya hanya lulus sekolah dasar.

”Untuk itu generasi muda sekarang harus dipersiapkan agar kualitas bangsa ke depan jauh lebih baik ,” tegasnya.

Yenrizal mengatakan, sebagai lembaga yang mencetak generasi bangsa, keberadaan perguruan tinggi sangat berperan penting dalam mengawalnya. Menurutnya, dengan mengandeng perguruan tinggi diharapkan program KKBPK dapat dimasukkan atau disisipkan dalam kurikulum perkuliahan.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim (empat dari kiri) usai menandatangani MoU dengan Ubhara.

BKKBN Jatim juga memberikan dukungan kepada perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan BKKBN Jatim, antara lain dengan bantuan sarana prasarana advokasi dan KIE berupa poster, majalah, brosur, leaflet, fasilitasi KKN tematik KKBPK untuk penggarapan Kampung KB, bantuan operasional penulisan skripsi bertema KKBPK, bantuan operasional pembinaan UKM Kependudukan atau Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan, dan juga penyediaan data dan informasi program KKBPK untuk penelitian dan kajian ilmiah mahasiswa.

Wakil Rektor I Ubhara Dr Joko Sumaryanto SH MH menyambut baik kerjasama dengan BKKBN. Di era saat ini pihaknya harus banyak membuka diri untuk bekerja sama. Menurutnya, saat ini mahasiswa tidak hanya dinilai dari ijasah dan transkripnya, melainkan juga ada SKPI.

“Melalui momen kali ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa Ubhara,” ungkapnya.
Sementara itu Dekan FISIP Ubhara Ismail SSos MSi menekankan, di era milenial banyak perubahan yang dihadapi. Terutama dengan maraknya berbagai konten informasi yang ada di media sosial. Banyak remaja asal mengikuti tren atau lifestyle yang belum tentu sesuai dengan lingkungan.

“Inilah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal diri kita dan apa yang seharusnya kita lakukan. Terutama terkait program KKBPK yang disampaikan Kepala BKKBN Jatim Yenrizal Makmur,” ujarnya. (uul)