Dewanti Rumpoko, Kepala Daerah Perempuan Pertama di Malang Raya

314

Setelah memenangi Pilkada Kota Batu, Februari 2017, Dra Dewanti Rumpoko MSi akhirnya secara resmi dilantik sebagai Walikota Batu, pada  27 Desember 2017. Lalu apa saja program yang telah disiapkan walikota perempuan pertama di Kota Batu ini?

Sejak Rabu, 27 Desember 2017 Dewanti resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Batu. Ditemani keluarga besar dan disaksikan para pejabat, Dewanti dilantik Gubernur Jatim Pakde Karwo menjadi Walikota Batu dengan Punjul Santoso sebagai wakilnya. Pelantikan tersebut tak hanya menorehkan sejarah baru bagi Batu, karena untuk pertama kalinya, Dewanti menjadi sosok kepala daerah perempuan dalam sejarah tata pemerintahan di Malang Raya.

Dewanti bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat Batu. Dia mendampingi sang suami, Eddy Rumpoko sebagai Walikota Batu selama dua periode. Dalam sekira 10 tahun itu pula, Dewanti menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Batu.

Dalam pengabdiannya kepada masyarakat, perempuan kelahiran Ampenan, Mataram, NTB itu mencanangkan beberapa gebrakan. Di antaranya, memberikan asuransi kesehatan untuk kader PKK, mendirikan kampung batik, dan mengembangkan UKM. Dia juga mengantarkan PKK Kota Batu meraih beberapa penghargaan di tingkat provinsi dan nasional.

Kiprah Dewanti di tengah masyarakat menjadi ‘modal’ yang mendukung pencalonannya. Terbukti, pada Pilkada Kota Batu, 15 Februari 2017 lalu, dia mengungguli tiga calon lainnya. Dewanti dan Punjul meraup suara terbanyak, yakni 51.754 suara atau 44,57 persen dari jumlah suara. Dengan perolehan tersebut, Dewanti pun ditetapkan sebagai Walikota Batu periode 2016-2022.

Usai pelantikan, Dewanti menjelaskan bahwa pihaknya akan menyempurnakan beberapa hal yang belum sempurna di periode sebelumnya. Antara lain, SDM, birokrasi, kedisiplinan, tata kota, penghijauan, dan lingkungan harus disempurnakan. “Prioritas kami di pertanian dan pariwisata. Dua hal itulah yang paling menonjol dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pertanian dan pariwisata selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kota Batu. Yakni, pertanian sebesar 16 persen dan sektor pariwisata sebesar 15 persen. Sementara sektor penopang terbesar adalah perdagangan yang sebesar 18 persen.

Saat kampanye, Dewanti juga menyampaikan beberapa program unggulan. Di antaranya adalah pendidikan gratis mulai tingkat PAUD hingga SMA/SMK, menambah besaran insentif untuk guru mengaji hingga RT dan RW, bantuan gizi untuk ibu hamil, dan bantuan dana untuk ibu bersalin.

Dewanti juga menyiapkan program pemberdayaan serta pengembangan usaha kecil menengah (UKM). Pemberdayaan ekonomi perempuan juga menjadi program prioritasnya. Program itu akan digarap secara serius dan profesional. Sehingga dengan demikian, akan bermunculan pengusaha-pengusaha dari kaum perempuan, baik dari kalangan rumah tangga maupun anak muda.

Konsistensi Janji Kampanye dan RPJMD

Janji kampanye yang disampaikan Dewanti dan Punjul menjadi perhatian khusus Pakde Karwo. Saat memberi pengarahan dalam pelantikan Dewanti, orang nomor satu di Jatim itu mengatakan, janji-janji kampanye harus dituangkan ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

“DPRD (Kota Batu) harus mengawasi apakah konsep yang ditawarkan kepada masyarakat di janji kampanye dirumuskan dalam RPJMD dan apakah RPJMD Kota Batu memiliki konsistensi dengan RPJMD provinsi dan dengan Nawa Cita?,” ujarnya.

Pakde Karwo juga berpesan lebih memperhatikan UKM. Menurutnya, UKM harus didorong pemerintah karena tidak bankable dan tidak bisa berkompetisi dengan yang besar. “Wong cilik harus diurus dengan suku bunga murah. Ini tugas pemerintah,” tegasnya.

Sementara saat acara serah terima jabatan Walikota dan Wakil Walikota Batu di gedung DPRD Kota Batu, Senin, 8 Januari 2018, Pakde Karwo meminta Pemkot Batu untuk mempunyai komitmen terhadap proses pembangunan berkelanjutan. “Harus ada kesinambungan dengan pemerintahan sebelumnya. Yang baik dilanjutkan dan yang kurang baik diganti dengan program pembangunan yang baru,” terangnya.

Pakde Karwo juga memberikan tantangan untuk Dewanti terkait perhotelan. Selama ini kontribusi perhotelan di Kota Batu masih rendah daripada sektor perdagangan dan pertanian. Dia pun berharap di kepemimpinan yang baru kontribusi perhotelan akan semakin tinggi. Apalagi Batu merupakan kota wisata. (uul, dbs)