Khofifah-Emil Siap Melayani Masyarakat Jawa Timur

301
Foto-foto: Hamzah Afif Afandi/Derap Desa

Sejarah baru berhasil diukir Khofifah Indar Parawansa. Bersama wakilnya, Emil Elestianto Dardak, ia resmi dilantik sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur. Kirab penyambutannya pun digelar meriah (14/2). Dalam rangkaian agenda itu, berkali-kali keduanya menyampaiakan siap melayani masyarakat. Lantas, bagaimana cara keduanya membuktikan?

Terik mentari tak menyurutkan antusias masyarakat yang hadir di area Tugu Pahlawan, Surabaya. Mereka datang dari berbagai elemen dan daerah di wilayah Jatim untuk menyambut pemimpin baru periode 2019-2024. Ada Aparatur Sipil Negara (ASN), seniman, pelajar, mahasiswa, muslimat, fatayat, drever ojek online, petani dan lain-lain.

Di sekeliling panggung, para penari remo juga terlihat sudah siap menyuguhkan paduan gerakan yang rancak dan dinamis. Mengenakan puluhan lonceng di pergelangan kaki dan busana khas kerajaan tempo dulu, 99 penari remo itu sengaja dihadirkan untuk menyemarakan kirab penyambutan di area tersebut.

Pukul 15.30 WIB yang ditunggu telah tiba. Masyarakat seketika riuh. Keriuhan mereka mengiringi langkah Khofifah-Emil yang berjalan menuju panggung di atas karpet merah. “Bude… Bude… Mas Emil…,” sapa masyarakat yang berdiri di samping kanan kiri panggung sembari mengulurkan tangan.

Baca Juga  Bukan Jadi Pejabat, Ini Cita-cita Khofifah Sejak Kecil
Emil Dardak dan istrinya, Arumi menyapa masyarakat

Dalam kesempatan itu Emil didampingi istrinya, Arumi Bachsin. Ketinganya membalas sapa masyarakat dengan senyum ramah. Mereka tak enggan bersalaman dan menerima ajakan berfoto selfie. Di tempat yang dibangun guna memperingati pertempuran 10 November 1945 itu, Khofifah-Emil menyampaikan pidato kerakyatan dan disambung menyakikan lagu Indonesia Pusaka.

“Kami berdua adalah warga Jawa Timur yang siap melayani panjenengan (Anda, red) semua. Kami ingin para petani, para nelayan, para guru, para pelajar, para tukang ojek dan seluruh warga Jatim mulia hidupnya juga mulia keluarganya. Sekali lagi, saya dan Mas Emil siap melayani kalian semua,” tutur Khofifah.

Caranya dengan memeras sembilan program Nawa Bhakti Satya menjadi istilah Cetar (cepat, efektif, transparan dan responsif). Adapun sembilan program tersebut adalah; Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas, Jatim  Sehat, Jatim Akses, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah dan Jatim Harmoni.

Khofifah berfoto bersama pelajar yang hadir

Perempuan kelahiran 19 Mei 1965 itu memaparkan, cepat maksudnya, jika ada masalah yang dihadapi rakyat, maka seluruh ASN harus cepat melayani. Lalu efektif, maksudnya, penyelenggaraan sesuatu di Jatim harus dilakukan dengan efektif dan efisien. Tidak ada pemborosan atau penyalahgunaan uang negara.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama Forkopimda, Khofifah Ajak Masyarakat Tebarkan Kasih Sayang

Sedang transparan, maksudnya, Khofifah ingin ASN dan jajaran Pemprov Jatim mampu menyampaikan, berapa uang yang dikelola, dipakai untuk apa dan manfaatnya untuk siapa. Dan yang terakhir responsif, maksudnya, bagaimana seluruh jajaran Pemprov Jatim itu mampu memberi respon yang baik terhadap pelayanan guna percepatan kesejahteraan.

Emil menambahkan, pergerakan seperti itu tidak cukup lima tahun atau 10 tahun. Namun, akan menjadi pergerakan yang berkelanjutan. “Beliau (Khofifah, red) adalah pemimpin yang bukan berfikir untuk hari ini saja, tapi juga berfikir untuk Jatim dan Indonesia menuju 50 sampai 100 tahun kedepan,” tegasnya.

Ia juga mengajak agar masyarakat berkenan memberi dukungan. Ia mencontohkan, di Tugu Pahlawan ada patung sang prolamator Bung Karno dan Bung Hatta. Namun, disamping itu, negara Indonesia telah meraih kemerdekaan dengan ribuan pahlawan yang gugur. Karena itulah, bagi dia, tidak akan cukup seorang Khofifah-Emil kalau tidak didukung seluruh masyarakat Jawa Timur. (fan)

Baca Juga  Potensi Zakat Jatim Capai Rp 213 Triliun

Akomodir Program Gus Ipul-Mbak Puti

Antusias masyarakat saat Gubernur Jatim Khofifah tiba di Tugu Pahlawan

Selain berorasi soal program kerja, tak lupa Khofifah-Emil mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat, terutama partai pengusung dan para kiai. “Saya juga menyampaikan terimakasih kepada Gus Ipul dan Mbak Puti. Mereka dengan besar hati berkunjung ke rumah,” imbuh Khofifah.

Bahkan, sebagai bentuk penghormatan, Khofifah meminta ijin kepada masyarakat yang hadir untuk menyanyikan lagu Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur. Ia mengaku hafal dan setuju kalau semua bersaudara. Jatim, kata dia, harus menjadi contoh nasional, yaitu bisa melaksanakan politik yang baik.

Khofifah menuturkan, dirinya sudah meminta ijin untuk mengakomodir program Gus Ipul. Progam tersebut nantinya akan dikolaborasikan dengan Nawa Bhakti Satya dalam membangun Jatim lima tahun kedepan. Tentunya, demi membangun masyarakat Jatim lebih sejahtera.

“Saat Pilgub, kami punya tagline kerja bersama untuk Jatim sejahtera. Jadi, membangun Jawa Timur tidak cukup dengan APBD, tidak cukup dengan lingkup Pemprov. Ada DPRD, ada Forkopimda, ada TNI, ada Polri dan lain sebagainya. Saya mohon doa restu,” pungkasnya. (fan)