Khofifah Sahur Bersama Pengayuh Becak dan Petugas Kebersihan di Bojonegoro

90
Gubernur Jatim Khofifah sahur bersama pangayuh becak, petugas kebersihan, dan lansia di Bojonegoro.

Di hari ke-19 bulan Ramadan, Jumat (24/5), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan sahur bersama ratusan pengayuh becak dan petugas kebersihan di Kab. Bojonegoro. Kegiatan ini dihadiri banyak pejabat dan tokoh. Antara lain Bupati Bojonegoro, Forkopimda Kab. Bojonegoro, pimpinan OPD di lingkup Pemprov Jatim dan Kab. Bojonegoro.

Menurut Khofifah, kegiatan sahur bersama ini merupakan bagian dari ikhtiar di safari Ramadan. Ia telah melakukan hal serupa di Gedung Negara Grahadi dan di Madiun. “Semoga kegiatan ini bisa memberikan makna bahwa mereka tidak terpinggirkan, mereka diingat ketika disapa, mudah-mudahan ini akan merekatkan persaudaraan dan silaturahim di antara kita,” pungkasnya.

Dalam sahur bersama yang digelar di Taman Rajak Wesi Kab. Bojonegoro itu, Khofifah juga menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus kepada 9.680 lansia di wilayah Kab. Bojonegoro. Masing-masing lansia mendapatkan Rp 500 ribu yang akan dicairkan sebanyak empat kali dalam setahun. Jika ditotal mencapai Rp 2 juta per tahun.

Khofifah mengatakan, PKH Plus merupakan salah satu program utama dari Nawa Bhakti Satya, khususnya ‘Jatim Sejahtera’. Program ini merupakan pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga atau warga miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin.

Khofifah menyerahkan PKH Plus untuk ribuan lansia di Bojonegoro.

PKH Plus ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup, mengentaskan kemiskinan para lansia, dan keluarga kurang mampu melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, serta mengurangi beban pengeluaran.

“Program ini memberikan perhatian khusus kepada lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan, dan penyandang disabilitas,” katanya.

Menurut gubernur wanita pertama di Jatim ini, PKH Plus memiliki tingkat efektivitas yang tinggi untuk penurunan kemiskinan. Karena itu, sejak sebelum menjabat sebagai gubernur dirinya telah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim pada periode sebelumnya, yakni Pakde Karwo untuk mengakomodasi program ini dalam APBD TA 2019.

“Kenapa ada PKH Plus? Karena dari data BPS Maret tahun lalu, itu kemiskinan di Jawa Tengah bisa turun 350.000, di Jawa Barat bisa turun 158.000, dan di Jawa Timur turunnya 72.000,” katanya.

Agar program PKH Plus ini bisa sukses dirinya telah melakukan rapat bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sebagai koordinator tim penanggulangan kemiskinan nasional bersama tim, untuk meneliti lebih detail terkait data kemiskinan di Jatim. Hasilnya, beban dari penurunan kemiskinan yang melambat di Jatim, terutama di pedesaan, adalah keluarga lansia.

“Itulah yang kemudian kita cocokkan dengan APBD, kita punya anggaran yang cukup untuk 50 ribu lansia kurang mampu, masing-masing mendapat Rp 2 juta setahun,” jelasnya. (uul, hms)