Klinik Bumdesa Raih Best of The Best Kovablik Jatim 2020

176

MALANG- Program Klinik Bumdesa yang diinisiasi Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Jatim terpilih sebagai Best of The Best Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Pemprov Jatim tahun 2020.

 

Capaian membanggakan itu diraih Dinas PMD Jatim dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Perangkat Daerah Provinsi dan Penghargaan Pelayanan Publik (Kovablik) serta Kompetisi Kelompok Budaya Kerja (KBK) di Singhasari Resort, Kota Batu, Jumat (13/11).

 

Penghargaan untuk predikat Best Of The Best itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala DPMD Jatim, Mohammad Yasin.

 

Usai menerima penghargaan tersebut, Kepala DPMD Jatim Mohammad Yasin mengaku bangga dan bersyukur atas capaian tersebut.

 

Baginya, capaian ini merupakan hasil kerja nyata seluruh stakeholder yang selama ini mendukung Klinik Bumdesa.

Baca Juga  Cairkan Rp 3 M BLT DD, 72 Desa Sasar 5.006 Keluarga Terdampak Covid-19

 

“Wabil khusus seluruh sahabat desa dan pengelola Bumdesa yang telah banyak memanfaatkan jasa Klinik Bumdesa. Sehingga inovasi ini benar-benar dirasakan manfaatkannya oleh masyarakat perdesaan dalam rangka peningkatan perekonomian,” jelasnya.

 

Yasin lalu menjelaskan, Klinik Bumdesa merupakan implementasi Program Jatim Berdaya dalam Nawa Bhakti Satya Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elistianto Dardak.

 

Inovasi ini merupakan pendekatan paripurna dalam pembinaan Bumdesa sebagai penggerak perekonomian perdesaan untuk percepatan penurunan kemiskinan perdesaan.

 

Menurut Yasin, Gubernur Khofifah berharap agar Klinik Bumdesa ke depan bisa meningkatkan sinergitasnya dengan berbagai pihak. ”Tahun depan, Ibu Gubernur akan memberikan penguatan permodalan bumdesa (Paman Desa) untuk 200 Bumdesa masing masing sebesar Rp 50 juta – 75 juta,” terangnya.

 

Sementara, dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jika inovasi harus terus dikembangkan secara alamiah dan terus menjadi kultur pemerintahan di Jawa Timur. “Inovasi harus terus dikembangkan sebagai budaya kerja. Inovasi kata kuncinya sinergi dan kolaborasi,” katanya.

Baca Juga  Setahun Pasca Gempa Lombok, Progres Recovery Hunian Warga Terdampak Capai 80 Persen

 

Inovasi kata Khofifah, seakan menjadi kebutuhan untuk saat ini. “Bahkan saat orang lain berlari, kita justru dituntut untuk melompat. Terima kasih atas semua ikhtiar yang dilakukan dalam upaya mengembangkan inovasi di Jatim,” ucapnya.

 

Berdasar data DPMD Jatim, jumlah Bumdesa di Jatim saat ini terus berkembang. Hingga akhir November 2020, sudah tercatat 6.084 Bumdesa di seluruh Jawa Timur. Jumlah Bumdesa kategori maju tercatat 469 Bumdesa, kategori berkembang 2.278 Bumdesa dan kategori pemula, 3.337 Bumdesa.

 

Klinik Bumdesa Jatim sendiri pada Juli 2020 lalu juga berhasil menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 untuk kategori inovasi pemerintah provinsi. KIPP 2020 adalah ajang kompetisi yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (*)