Kopwan Sartika, Desa Ngradin, Kec Padangan, Kab Bojonegoro

Kopwan Sartika Sabet Juara 3 Lomba Kopwan Jatim 2018

40

Awalnya bertekad untuk lepas dari jerat kemiskinan, perempuan Desa Ngradin Kecamatan Padangan Kab Bojonegoro bersemangat membentuk kopwan. Kesungguhannya mengelola kopwan juga terbukti dengan capaian juara III lomba uji kompetensi kopwan tingkat Jatim 2018.

Sirkulasi perekonomian di Desa Ngradin tergolong lemah, terlebih perekonomian perempuan. Hal ini karena mayoritas perempuan setempat berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga. Kondisi tersebut membuat sekelompok perempuan yang tergabung dalam pengajian di desa ngoyo membentuk kopwan. Dengan dana hibah dari Pemprov Jatim sebesar Rp 25 tahun 2009 sebagai modal awalnya, kopwan tersebut akhirnya terbentuk pada 31 Desember 2009.

Geliat Kopwan Sartika cukup mengesankan. Hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah anggota yang cukup signifikan, dari terbentuk dengan jumlah anggota 20 orang kini di tahun 2018 anggotanya telah mencapai 416 orang. Selain jumlah anggota asetnya juga berangsur-angsur naik. Dengan mendapat dua kali modal dari Pemprov Jatim sebesar Rp 50 juta, nominal tersebut kini telah berkembang menjadi Rp 700 juta.

Tak hanya itu saja, kualitas pelaku Kopwan Sartika juga teruji dalam lomba berpacu dalam koperasi di 2018. Perlombaan berbasis cerdas cermat ini sukses membuatnya menjadi juara di Kabupaten Blitar dan lanjut hingga tingkat Bakorwil (Badan koordinasi Wilayah) Jatim. Terakhir di tingkat Jatim sebagai juara 3. Sedangkan pengelolaan kopwan sendiri juga mendapatkan apresiasi berupa penghargaan sebagai kopwan berkinerja baik tingkat Kab Bojonegoro.

Kesuksesan Kopwan Sartika tentu tak lepas dari dukungan dan partisipasi pemerintah desa dalam mendukung perkembangan kopwan. Pemerintah desa membantu mensosialisasikan adanya kopwan ke seluruh masyarakat. Tak hanya pemerintah desa, Dinas Koperasi dan UMKM juga melaksanakan dukungan penuh, mulai dari kopwan masih pendadaran awal hingga menjadi juara Jatim.

Selain bimbingan, Dinkop UMKM juga memberikan pelatihan kepada anggota kopwan.  Hasilnya, dengan pelatihan tersebut banyak anggota kopwan yang termotivasi membentuk usaha.Di antaranya usaha kue kering, tas rajut, menanam jamur dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah pelatihan yang didelegasikan untuk anggota berjalan baik dan berdampak baik juga terhadap perekonomian setempat. Meskipun demikian kami harus tetap menyemangati anggota untuk terus berkarya. Karena orang sini sering pesimis dan kurang istiqomah dalam berwirausaha,”tutur Atik Suratih Handayani.

Ia menambahkan, pada prinsipnya yang kami lakukan adalah untuk masyarakat pada umumnya dan untuk anggota pada khususnya. Kopwan akan terus meningkatkannya sebagai kopwan untuk membantu menyejahterakan masyarakat. (ren)