Kumpulan Startup dan Aplikasi Pertanian di Indonesia

450

Bisnis startup di tanah air selama ini masih dikuasai oleh para startup yang bergerak di bidang e-commerce dan layanan on demand. Hal ini dibuktikan dengan kemunculan nama-nama startup besar, mulai dari Tokopedia, Bukalapak, hingga GO-JEK. Kedua bisnis tersebut pun kian ramai dengan masuknya para konglomerat lokal hingga para pemain asing.

Padahal, Indonesia sendiri merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bergerak di bidang pertanian. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 37,77 juta penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian, lebih besar dari sektor-sektor bisnis lainnya.

Melihat potensi tersebut, akhirnya mulai bermunculan beberapa startup yang membuat aplikasi untuk mengembangkan bisnis di bidang pertanian. Tak cuma mendapat produk pertanian berkualitas, startup dan aplikasi ini juga bisa membantu kamu untuk mendapat informasi soal harga produk pertanian. Di sisi lain, startup dan aplikasi pertanian ini juga bisa menjadi sumber informasi bagi petani mengenai cara bercocok tanam, solusi masalah pertanian, dan sebagainya.
Eragano merupakan sebuah startup yang menyediakan solusi dari hulu ke hilir di sektor pertanian.

Baca Juga  Ada Dana Desa, Kemiskinan Ditarget Turun Pada 2019

Apa yang disediakan Eragano?

Penjualan perlengkapan pertanian dan pupuk
Penjualan hasil panen
Sistem pengelolaan sawah
Pemberian pinjaman untuk petani

Startup yang dibangun oleh Stephanie Jesselyn dan Aris Hendrawan ini telah mendapat pendanaan tahap awal dari East Ventures pada bulan Juli 2016 yang lalu.
iGrow adalah sebuah platform yang memungkinkan kamu untuk berinvestasi di bidang pertanian dan memantaunya secara online.

Mereka menghubungkan tiga pihak penting dalam industri pertanian yaitu:

Investor
Petani
Pembeli produk pertanian.

Sekitar bulan Juni 2016 yang lalu, iGrow telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dengan jumlah yang tidak disebutkan dari East Ventures dan 500 Startups. iGrow juga merupakan satu dari enam startup tanah air yang terpilih untuk mengikuti program akselerator Google Launchpad gelombang ketiga.
8Villages merupakan perusahaan yang membuat aplikasi bernama Petani. Dengan aplikasi tersebut, para petani bisa bertukar informasi dengan para pakar pertanian, serta menanyakan berbagai masalah terkait pertumbuhan tanaman.

Baca Juga  2018, Dana Desa di Separoh Daerah di Jatim Merosot

Para petani juga bisa mengirimkan foto kondisi tanaman, agar para pakar pertanian bisa merespons setiap keluhan petani dengan lebih baik. Aplikasi ini juga bisa berfungsi sebagai forum online yang memungkinkan para petani untuk saling bertukar informasi.

Mereka pun telah menghadirkan layanan bernama RegoPantes, platform yang memungkinkan petani untuk menjual hasil pertanian langsung kepada konsumen. Dengan begitu, petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih layak, dibanding jika mereka menjual kepada para distributor.
SayurBox adalah aplikasi yang memungkinkan kamu untuk memesan sayuran organik segar yang baru saja dipanen. Untuk itu, kamu harus memesan sayuran tersebut sebelumnya, dan pada waktu yang diminta tim SayurBox akan mengantarkan sayuran yang baru saja dipanen ke rumah kamu.

Saat ini, layanan mereka baru menjangkau daerah Jakarta dan Tangerang Selatan.