Kunjungi PKK Kota Surabaya, PKK Kab. Wonosobo Belajar Emo-Demo

168

TP PKK Kota Surabaya dinilai cukup berhasil dalam mengembangkan metode emo-demo (emotional demonstration) dalam Posyandu. Hal itulah yang membawa TP PKK Kab. Wonosobo berkunjung ke Surabaya. Terlebih, saat ini PKK Wonosobo memberikan perhatian besar pada permasalahan stunting.

Secara nasional, pemerintah telah merumuskan strategi percepatan pencegahan stunting. Salah satunya adalah melalui pilar ‘kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku’. Terkait dengan komunikasi perubahan perilaku ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo Fairuz Eko Purnomo melakukan penelusuran di internet dan menemukan istilah emo-demo.

“Ketika ditelusuri lebih lanjut tentang konsep emo-demo dan contoh peragaannya di Youtube, ternyata merupakan unggahan dari PKK Kota Surabaya,” ujarnya.

Tak puas belajar melalui Youtube, Fairuz menghubungi PKK Kota Surabaya untuk melakukan study visit ke PKK Surabaya. Kunjungan pun dilakukan pada hari Jum’at (29/11/2019). Sebanyak 52 orang anggota TP PKK Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah turut serta dalam kunjungan tersebut. Mereka berasal dari unsur pengurus TP PKK kecamatan se-Kabupaten Wonosobo dan pengurus TP PKK Kabupaten Wonosobo.

Fairuz Eko Purnomo menjelaskan, tujuan dari kunjungan ini adalah ingin belajar lebih dekat tentang komunikasi perubahan perilaku melalui metode emo-demo. Kendati baru melihat di Youtube, dia meyakini metode ini sangat cocok dan efektif bila dikembangkan di Kabupaten Wonosobo, karena sifat permainannya yang menggunakan alat peraga sederhana, namun bisa menggugah emosi, sehingga materi akan dengan mudah diingat dan dilakukan ibu balita atau pengasuhnya.

“Kami sangat berharap agar sepulang dari kunjungan di PKK Kota Surabaya ini, emo-demo bisa dikembangkan di Kabupaten Wonosobo,” tutur Fairuz.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Dra Siti Nuriya Zam Zam menyampaikan bahwa wilayah kota Surabaya memiliki 31 Kecamatan dan 154 kelurahan. Wilayah yang diintervensi GAIN adalah 17 Kecamatan yang terdiri 86 kelurahan 33 Puskesmas dan 1.616 Posyandu. GAIN telah mencetak 55 Master Pelatih, 503 pelatih dan 3.232 kader yang sudah dilatih emo-demo.

“Melihat kondisi seperti ini, kemudian muncul pemikiran dari PKK Kota Surabaya bagaimana agar wilayah yang tidak diintervensi GAIN ini bisa mendapatkan pelatihan emo-demo,” katanya.

Melihat mendesaknya kebutuhan akan pelatihan Emo-Demo di luar wilayah intervensi GAIN, maka TP PKK Kota Surabaya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan replikasi pelatihan emo demo yang bersumber dari dana APBD secara bertahap, yaitu selama tiga kali angkatan. Masing-masing angkatan selama 3 hari dengan 4 modul yang dilatihkan. Hingga saat ini 68 kelurahan yang di luar wilayah intervensi GAIN telah mendapatkan pelatihan emo-demo, di mana masing-masing kelurahan telah memiliki 2 orang pelatih kader yang telah dilatih 12 modul emo demo.

“Tindak lanjut pelatihan untuk pelatih tersebut adalah pelatihan kader di masing-masing kelurahan melalui wadah forum paguyuban kader kelurahan,” imbuh perempuan yang akrab disapa Bu Sigit ini.

Dia melanjutkan, salah satu pelajaran penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Emo-Demo di luar wilayah intervensi adalah ketersediaan alat peraga, baik printing maupun non printing. Untuk menyiasati hal itu, PKK Kota Surabaya membuat alat peraga sendiri. Untuk alat peraga yang printing dilakukan dengan foto copy atau menggambar sendiri. Contoh, gambar Kartu Perut Bayi. Sedangkan yang non printing memanfaatkan barang yang sudah ada. Contoh, untuk media balok diganti dengan kotak snack yang disusun sedemikian rupa.

“Jangan jadikan alat peraga sebagai penghambat dalam pelaksanaan emo-demo,” tegas Bu Sigit menyemangati.

Pada kunjungan ini, rombongan tamu dipertunjukkan peragaan emo demo modul ASI Saja Cukup dan ATIKA Sumber Zat Besi oleh Master Pelatih yang dari PKK Kota Surabaya. Dalam peragaan tersebut, rombongan tamu berperan sebagai peserta emo-demo.

Di akhir sesi kunjungan, District Coordinator Program Baduta 2.0 Kota Surabaya Jalil menyarankan agar TP PKK Kabupaten Wonosobo mengajukan surat permohonan pelatihan emo-demo yang ditujukan ke Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Gizi dan tembusan kepada Country Director GAIN. (jll, *)