Lagi, Pakde Karwo Raih Peringkat Pertama Nirwasita Tantra 2018

156
PERINGKAT PERTAMA. Gubernur Jatim, Pakde Karwo menerima Penghargaan Nirwasita Tantra 2018 dari Wakil Presiden RI, H. Jusuf Kalla di Auditorium Dr. Soejarwo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Senin (14/1).

Kendati masa jabatannya sebagai Gubernur Jatim akan segera berkhir, namun sosok yang satu ini masih saja tak sepi dari prestasi. Terbaru, hari ini, Senin (14/1). Orang pertama di Jatim yang lekat dengan panggilan Pakde Karwo ini berhasil meraih peringkat pertama Penghargaan Nirwasita Tantra 2018.

Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup ini diraih Pakde Karwo selaku kepala daerah yang dinilai berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan, serta terus berinovasi sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Penghargaan Nirwasita Tantra itu diserahkan Wakil Presiden RI, H. Jusuf Kalla kepada Pakde Karwo di Auditorium Dr. Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta.

Dalam capaiannya kali ini, Jatim berhasil menjadi peringkat pertama menyisihkan Provinsi Sumatera Barat di peringkat kedua dan Provinsi Sumatera Selatan sebagai peringkat ketiga. Selain Pakde Karwo, Ketua DPRD Provinsi Jatim juga menerima penghargaan Green Leadership.

Tidak hanya itu, beberapa kab/kota di Provinsi Jatim juga meraih penghargaan Nirwasita Tantra yakni Kota Surabaya untuk kategori kota besar dan Kab. Lumajang untuk kategori kabupaten besar.

Selama 10 tahun, Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Pakde Karwo memang terus melakukan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui peningkatan kemampuan kapasitas lingkungan. Peningkatan kapasitas itu dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti pemerintah pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, LSM, serta kerjasama dengan luar negeri.

Selain itu, berbagai isu pencemaran lingkungan, seperti penurunan kualitas air dan pengelolaan sampah dan limbah B3, juga terus mendapat perhatian serius dari Pemprov Jatim. Itu dibuktikan dengan adanya patroli air terpadu dengan menggandeng langsung pihak kepolisian, LSM, dan Dinas Lingkungan Hidup di kab/kota yang rutin melakukan patroli seminggu sekali di daerah-daerah yang dicurigai memiliki potensi limbah besar.

Dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Provinsi Jatim tahun 2017, dapat diperoleh gambaran pencapaian kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Jatim. Capaian ini meliputi Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 52,77, Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 85,49, dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) sebesar 62,02. Dari data tersebut, diperoleh nilai IKLH sebesar 66,29 (kategori cukup baik) melebihi target RPJMD (64,0 – 65,5).

Pemprov Jatim juga mendesain peningkatan kualitas lingkungan dengan cara membagi zona upah tenaga kerja. Melalui pembagian tersebut diharapkan pabrik dan industri di Jatim tidak berkumpul di satu wilayah saja. Dengan demikian, polusi udara dan limbah yang dihasilkan tidak terlalu besar dalam satu wilayah. Melalui upaya ini diharapkan pengawasan dan pengelolaan limbah menjadi lebih baik dan maksimal.

Sementara, terkait tata guna lahan dan hutan, Pemprov Jatim terus berupaya untuk merehabilitasi lahan kritis seluas 12 Ha di luar kawasan hutan dan rehabilitasi kawasan hutan seluas 10.326 Ha, dan melakukan konservasi kawasan hutan sebesar 10.300 Ha. Juga, melakukan penghijauan seluas 157.726,55 Ha dengan jumlah pohon yang ditanam 78.863.277 buah, serta melakukan penghijauan melalui ruang terbuka hijau (hutan kota) di kab/kota seluas 106.131,07 Ha dengan rasio RTH 19,55. (yus, hms)