Lantik Sanusi, Gubernur Jatim Tekankan Pengembangan Malang Raya

42
Gubernur Jatim ketika melantik Sanusi sebagai Bupati Malang

Bupati Malang harus mampu mengembangkan kawasan Malang Raya. Itulah antara lain yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat melantik Sanusi sebagai Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/9).

Sanusi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Malang yang kemudian menggantikan Rendra Kresna, Bupati Malang yang terkena masalah hukum dan diputus bersalah oleh pengadilan dan telah diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan/SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.35-4048 Tahun 2019 tanggal 13 September 2019 tentang pengesahan pengangkatan bupati dan pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021.

Gubernur Khofifah menjelaskan, Kab. Malang, Kota Malang serta Kota Batu sebagai wilayah yang sangat solid dalam mempersiapkan kawasannya sebagai Malang Raya. Koordinasi di antara Bupati Malang, Walikota Malang serta Walikota Batu sangat intensif melakukan koordinasi terkait pembangunan infrastruktur, konektivitas serta pariwisata di wilayah Malang Raya.

Dari pertemuan beberapa hari lalu, tiga kepala daerah itu berharap ada Light Rail Transit (LRT) yang saling terkoneksi antara Malang Raya. “Semalam saya dapat tamu investor yang memiliki opsi pembangunan skytrain. Sekarang Kota Batu sedang exercise cable car ke Gunung Panderman. Bila dari Panderman sampai dengan Bromo, maka skytrain memungkinkan membangun konektivitas dengan beberapa titik stasiun,” katanya.

Pembangunan ini seiring dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari yang di dalamnya ada cluster digital IT. Melalui pembangunan ini, dirinya berharap target start up Jatim terkonsentrasi di Malang Raya. Keberadaan KEK Singhasari juga diharapkan menjadi kekuatan dalam menyiapkan Malang Raya sebagai area digital IT.

Selain pengembangan kawasan Malang Raya, lanjut Khofifah, pembangunan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) menjadi salah satu dari tiga prioritas pembangunan di Jawa Timur lima tahun ke depan. Sehingga dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas terutama Malang Raya dirinya berharap ada peningkatan lama berkunjung (lenght of stay) wisatawan terutama wisatawan mancanegara.

Dengan pengembangan kawasan BTS serta Selingkar Wilis, diharapkan dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Hal ini sekaligus menjadi terbukanya percepatan pembangunan kesejahteraan di wilayah selatan Jawa Timur.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Kab. Malang dengan RPJMD Provinsi Jatim. Selanjutnya, bisa diselaraskan dan disinkronkan dengan RPJMN pemerintah pusat yang saat ini tengah dibahas oleh tim dari Bappenas.

Khofifah juga meminta Bupati Malang beserta OPD memperhatikan efektivitas pembangunan dan fokus pada titik yang memiliki daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas. Sehingga ke depan bisa menurunkan ketimpangan, mengurangi kemiskinan sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Terkait kemiskinan di Kab. Malang, lanjutnya, sudah ada penurunan namun bila diukur secara kuantitatif masih cukup tinggi apalagi di wilayah Malang selatan. Untuk itu perlu dikembangkan pembangunan berbasis kewilayahan dengan mengoptimalkan keberadaan Bakorwil. (*)