Layak Dilestarikan, Viral-kan Seni Tayub

91

Prosesi siraman seniman langen tayub tidak hanya diagendakan sebagai wisata budaya Kabupaten Tuban, namun juga sebagai wisata budaya Jawa Timur. Wakil Bupati Tuban Ir Noor Nahar Hussein menyebut, langen tayub yang merupakan budaya asli Kota Tuban itu sangat layak untuk dilestarikan.

“Saya minta ini nanti dibuat semacam jaringan komunitas, dan di-upload di jejaring sosial. Supaya tidak hanya dari sini yang tahu, melainkan secara global mengetahui bahwa kita punya potensi wisata budaya yang begitu indah,” ujar Noor, saat memberikan sambutan pada acara wisuda para seniman langen tayub di pemandian Bektiharjo.

Selain meminta untuk di-viral-kan secara global, Noor juga meminta agar agenda siraman tidak absen di tahun-tahun mendatang. Sehingga dengan demikian, budaya asli Tuban akan tetap lestari. “Saya minta tidak boleh absen seperti tahun lalu, kalau absen bisa-bisa kepala dinasnya yang dicopot,” lanjutnya.

Lebih jauh dikatakan, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang begitu pesat, seni langen tayub harus bisa membuat terobosan dan inovasi agar mampu menarik masyarakat. Namun demikian, hal tersebut tidak mengubah pakem dari langen tayub. “Harus bisa menggabungkan seni langen tayub dan IT agar bisa menarik anak zaman sekarang,” kata wabup.

Ia melanjutkan, anak-anak mileneal, atau yang terlahir di era 2000-an, banyak yang tidak mengenal seni budaya langen tayub, sehingga perlu dikembangkan kreasi baru agar kesenian asli Bumi Ronggolawe ini tidak pudar digilas zaman.

“Mengembangkan seni budaya itu dibutuhkan talenta tertentu, tidak bisa semua orang masuk ke sana. Saya minta nanti pegiat langen tayub berpikir ke sana, supaya seni yang original ini tidak ditinggalkan oleh masyarakat kita sendiri,” ujarnya.

Noor juga meminta media turut ambil bagian dalam penyebaran informasi terkait kesenian langen tayub. Di samping sebagai pemberitaan, hal itu juga bisa membantu para pegiat langen tayub dikenal masyarakat. Sehingga, dapat ditumbuhkembangkan kecintaan terhadap seni budaya asli. (uba, edt)