Lodho Pedas di Tempat Terpencil

166
Ayam lodho pedas khas Kediri

Kabupaten Kediri kaya akan potensi kuliner khas. Salah satu yang menggoda selera adalah ayam lodho. Apalagi usaha bisnis yang digeluti sosok yang satu ini jauh dari tempat strategis. Tepatnya berada di pinggiran desa dan menghadap sawah.

Lazimnya, usaha bisnis berlokasi di tempat yang tepat. Orang lalu berusaha menempatkan lokasi usahanya di tempat yang strategis dan banyak dilewati orang. Namun itu tidak berlaku bagi Nini, pemilik warung ayam lodho yang terletak di Dusun Sumber Lumbu, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Warung ini justru jauh dari keramaian maupun jalan raya, dan terletak di perkampungan yang sepi. Hanya ada jalan tanah menuju warung ini. Bahkan letaknya berada di pinggiran desa dan menghadap sawah. Itu membuat siapa pun akan berpikir siapa yang akan berkunjung membeli makan di warung ini.

Ternyata lidah selalu tidak bisa berbohong bila berbicara soal rasa. Warung ayam lodho ini kendati terpencil, justru menjadi tujuan para penikmat kuliner dari dalam maupun luar Kediri. Beberapa di antaranya adalah para pejabat hingga artis.

Menurut Nini, banyak pembeli yang memuji masakan warungnya enak. Bahkan mantan Bupati Kediri, Sutrisno, kerap berkunjung ke warung ini. “Biasanya kalau beliau wisata ke Gunung Kelud menyempatkan mampir ke sini,” ujar Nini.

Satu yang menjadi ciri khas ayam lodho ini adalah rasa pedasnya. Hingga kini terkenal orang menyebut destinasi kuliner ini warung ayam lodho pedas. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung.

“Sebetulnya bumbunya sama dengan ayam lodho pada umumnya. Hanya saya menambahkan lombok hijau utuh di masakan. Jadi pedasnya lebih menggigit,” tambahnya.

Satu lagi resep rahasianya adalah menggunakan tungku dan kayu bakar untuk memasak. “Masakan rasanya beda, lebih nikmat menurut saya. Panasnya merata dan daging ayam kampung lebih empuk. Ketika memanaskan baru menggunakan kompor gas,” ujarnya.

Selain ayam lodho, warung ini juga menyediakan masakan khas desa seperti bothok, pecel dan urap-urap. Harganya pun cukup terjangkau dan relatif murah yakni Rp 11 ribu. (*)