Mantan Sekjen AKD Jatim Bertarung Lagi di Pilkades Bono

120

Undang-Undang tentang Desa nomor 6 Tahun 2014  yang memberi peluang kepala desa (Kades) hingga tiga kali masa jabatan membuka peluang bagi para mantan kades (dongkol) untuk bertarung kembali dalam Pilkades tahun ini.

Salah satu dongkol yang memanfaatkan peluang itu adalah Moch. Moezamil, mantan Kades Bono Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Pria yang juga pernah menjabat Kades Bono dua periode ini akan bertarung lagi di Pilkades serentak Kabupaten Tulungagung, 9 Juli besok.

Dalam upaya merebut masa jabatannya yang ketiga, mantan Sekjend Asosiasiasi Kepala Desa (AKD) Jawa Timur  ini akan bertarung melawan tiga rival lain, yang salah satunya merupakan calon petahana.

Dari proses pengundian nomor urut yang digelar panitia Pilkades Bono, pria kelahiran Malang, 17 April 1963 ini mendapat nomor urut 1. Sedangkan calon petahana, Yasin, mendapat nomor urut 2. Sementara, cakades nomor urut 3 dan nomor 4 didudukui masing-masing, Endro Bambang S dan Ibnu Husen (mantan Ketua BPD).

Empat cakades itu rencananya akan bertarung merebut dukungan dari 3.807 pemilih yang terdiri atas 1.927 pemilih laki-laki dan 1.880 pemilih perempuan. Sebanyak 6 TPS telah disiapkan panitia untuk Pilkades serentak yang digelar esok hari.

Kepada Derap Desa, Moezamil mengaku terpanggil untuk ikut Pilkades kali ini demi menuntaskan pengabdiannya kepada masyarakat Desa Bono. ‘’Dulu, masa jabatan kades itu dibatasi hanya dua periode saja, dan AKD saat itu menjadi bagian yang turut memperjuangkan masa jabatan kades hingga tiga periode dengan masa jabatan masing-masing 6 tahun,’’ tukasnya.

Atas peluang itu, pria yang pernah mencoba peruntungan sebagai caleg DPRD provinsi ini akhirnya mencoba bertarung lagi dalam Pilkades. ‘’Sekarang ini, ikut Pilkade itu kan gratis,’’ sergahnya sambil berseloroh.

Sedianya Pilkades serentak di Kabupaten Tulungagung yang akan dihelat besok, Selasa (9/7) akan diikuti 235 desa dari jumlah total desa sebanyak 257 desa. Dalam rangka mengantisipasi kerawanan Pilkades serentak, Polres Tulungagung kini telah memetakan potensi kerawanan di berbagai wilayah. Sedikitnya, ada 18 titik kerawanan di 8 kecamatan yang menjadi perhatian saat pelaksanaan Pilkades serentak kali ini.

Delapan kecamatan itu meliputi, Kecamatan Bandung, Ngunut, Ngantru, Campurdarat, Kauman, Besuki, Pakel dan Sumbergempol. Potensi kerawanan yang diantisipasi, antara lain, sabotase, teror bom, perusakan TPS, perusakan kotak suara dan surat suara.

Selain itu pasukan pengaman juga mewaspadai intimidasi kepada pemilih, panitia pemilihan, dan para penjudi alias botoh. “Potensi kerawanan sudah diprediksi intelejen. Tinggal dikelola agar tidak jadi gangguan nyata,” sambung Tofik.

Guna mendukung langkah antisipasi tersebut, Polres Tulungagung telah mendapat bantuan pasukan BKO dari 24 Polres lain, dan Batalyon 511 Badak Hitam Blitar. “Total pasukan mencapai 7.041 pasukan, terdiri dari TNI, Polri dan Linmas,” terangnya. (yus)