Medowo Juga Tak Mau Kalah

339
duren medowo

Tak hanya di Mlancu, tetangga desa Medowo yang juga dalam satu Kecamatan Kandangan, ternyata juga memiliki potensi buah durian yang melimpah. Malah pada tahun 2016 sekitar Februari pernah diadakan pesta tumpeng durian, juga membuat desa dijubeli warga dari berbagai daerah. Sekadar menikmati durian gratis.

Tidak hanya durian, Medowo juga dikenal memiliki banyak potensi objek wisata. Tinggal bagaimana memoles desa tersebut agar lebih menarik wisatawan. Apalagi didukung lokasi desa yang sangat indah alami. “Coba kita berdiri di depan rumah Sekdes Medowo, Saningrat SH, akan tampak terlihat pemandangan yang indah,” ujar Kepala Desa Medowo, Sujarwo, kepada tim Kominfo Kab Kediri.

Menurut dia, banyak potensi yang bisa digali di Desa Medowo. Namun dua tahun setelah Pesta Dahar Duren diadakan seolah-olah desa ini mati suri. Padahal di samping semua sektor maju seperti UMKM, pertanian, peternakan, perkebunan, juga objek wisatanya perlu juga diperhatikan.

Guna mencapai Desa Medowo yang letaknya di sebelah timur laut dari pusat ibukota Kabupaten Kediri, berjarak sekitar 50 km, dan dari Kantor Kecamatan Kandangan berjarak sekitar 10 km, dengan luas sekitar 997 Ha. Desa Medowo terdapat 4 dusun yakni Dusun Sidomulyo, Medowo, Sidorejo dan Dusun Ringinagung.

Batas wilayah Desa Medowo, sebelah utara berbatasan dengan Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam – Jombang, sebelah timur Tahura (Taman Hutan Rakyat) R. Soeryo Provinsi Jawa Timur. Kemudian wilayah selatan berbatasan dengan hutan negara (KKPH Malang), sebelah barat berbatasan dengan Desa Banaran dan Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan.

Kerukunan umat beragama di Medowo bisa diacungi jempol sangat terbina saling hormat dan menghargai antar-umat beragama baik itu Agama Islam, Hindu dan Kristen, dengan jumlah penduduk sekitar 3.500 jiwa. Mata pencarian terbesar pertanian dan urutan kedua peternakan seperti sapi perah untuk babon produktif/laktasi ada sekitar 879 ekor dengan hasil susu rata-rata 10.340 liter/ hari, yang susunya ditampung oleh KUD.

Untuk perkebunan ada sekitar 9.256 pohon durian, bila panen durian seperti saat ini sehari bisa menghasilkan rata-rata 2000 buah, sampai dengan bulan Januari – Maret. Juga penghasil buah manggis ada sekitar 8.354 batang, sedang alpukat sekitar 1.352 batang yang semuanya produktif.

“Hasil pertanian di Medowo terkenal dengan cengkih sekitar 8.256 pohon dan saat ini kami juga masih berusaha menambah tanaman cengkih di sekitar Bukit Gandrung Tanggulasi. Juga tanaman kopi ada sekitar 7.500 pohon yang semuanya produktif. Kami juga mengembangkan cengkih di sekitar jalan menuju Bukit Gandrung,” lanjutnya.

Objek wisata di Medowo ada yang namanya Bukit Gandrung Tanggulasi tempat yang tinggi cocok untuk refreshing sambil merenung akan keindahan alam dan memandang nun jauh di sana terlihat daerah Malang, juga Kabupaten Kediri. Ada juga Air Terjun Sumber Jodo dan Air Terjun Tretes yang merupakan air terjun tertinggi di Jawa Timur.

“Mulai tahun 2016 kami sudah mengembangkan Desa Medowo, utamanya di sektor wisata seperti lahan untuk tempat Persami/bumi perkemahan bagi Pramuka dekat dengan Bukit Gandrung Tanggulasi. Beberapa waktu lalu ditinjau Wabup Kediri Drs H Masykuri MM. Kemudian ada wisata outbound, wisata petik buah (buah durian dan manggis), wisata perah susu sapi, dan wisata adventure,” kata Sujarwo.

“Saya berharap Desa Medowo juga sebagai salah satu pilihan dari wisatawan baik untuk berakhir pekan maupun liburan nasional lainnya. Ya untuk bisa menikmati, baik objek wisata, pertanian, perkebunan dan peternakan dengan susu sapi maupun susu kambing,” lanjutnya. (edt)