Membanggakan, Klinik BUMDesa Jatim Raih Penghargaan Top 45 KIPP Kemenpan RB

183

JAKARTA- Setelah berhasil meraih predikat Best of The Best dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim 2020 medio November lalu, Program Klinik BUMDesa Jatim kini kembali meraih penghargaan bergengsi.

Kali ini penghargaan itu berupa Penghargaan Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang diraih dari Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Penghargaan bergengsi itu diserahkan Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara kompetisi pelayanan publik 2020 di Gedung Tribrata, Jalan Dharmawangsa III No. 2, Jakarta Selatan.

Usai menerima penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah mengaku sangat bersyukur dengan hasil yang dicapai Klinik Bumdesa tahun ini.

Dia juga mengucapkan banyak terima kasih atas semua ikhtiar yang dilakukan dalam upaya mengembangkan inovasi di Jawa Timur, khususnya kepada Dinas PMD selaku pengampu Klinik BUMDesa, dan sahabat desa serta pengelola Bumdesa se-Jawa Timur.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua. Terimakasih untuk ikhtiar yang telah dilakukan semua pihak,” ujar Gubernur Khofifah didampingi Kepala DPMD Jatim Mohammad Yasin.

Baca Juga  Isu Impor Beras, Begini Sikap Pakde Karwo

 

Selain Klinik BUMDesa, Jatim juga meraih Penghargaan Top 15 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020 Kategori Pengelola Aspek dengan Keberlanjutan Inisiatif Terbaik.

Sementara itu, capaian yang diraih Program Klinik BUMDesa Jatim ini memang patut diapresiasi. Sebab, inovasi pelayanan publik yang diampu Dinas PMD Jatim ini berhasil menyisihkan 2.249 Inovasi Pelayanan Publik seluruh Indonesia hingga terpilih dalam TOP 99 dan berlanjut terpilih dalam TOP 45.

Masuknya program Klinik BUMDesa dalam pemenang Top 45 KIPP itu tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 192/2020 tentang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovations 2020, yang diumumkan Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Diah Natalisa.

Dalam uraiannya disebutkan, Top 45 KIPP terdiri atas 7 inovasi dari kementerian, 5 inovasi dari lembaga, 7 inovasi dari pemerintah provinsi, 19 inovasi dari pemerintah kabupaten, dan 7 inovasi dari pemerintah kota.

Baca Juga  Pasien Positif Covid-19 Jatim yang Sembuh Bertambah Jadi 40 Orang

“Klinik BUMDesa ini menjadi satu satunya inovasi yang diraih Jatim dari kategori Pemerintah Provinsi,” tambah Kadis PMD, Moh. Yasin.

Selain di level provinsi, Jatim juga meraih 3 inovasi dalam Top 45 KIPP 2020 untuk kategori kabupaten dan kota, yakni program Sepasar Pedas (Kota Malang), program Gayatri (Kota Mojokerto), dan program Rumahku SIP (Kabupaten Gresik).

Khusus untuk pemerintah daerah, peraih Top 45 akan diberikan Dana Intensif Daerah (DID) di tahun 2021.

Gubernur Khofifah menambahkan, inovasi harus terus dikembangkan secara alamiah dan harus bisa menjadi kultur pemerintahan di Jatim.

Inovasi, lanjutnya, seakan menjadi kebutuhan untuk saat ini. Inovasi juga harus terus dikembangkan sebagai budaya kerja.

“Inovasi itu kata kuncinya sinergi dan kolaborasi. Bahkan saat orang lain berlari, kita justru dituntut untuk melompat,” contohnya.

Di tempat yang sama, Yasin menambahkan, bahwa Klinik BUMDesa merupakan implementasi Program Jatim Berdaya dalam Nawa Bhakti Satya.

Inovasi ini merupakan pendekatan paripurna dalam pembinaan BUMDesa sebagai penggerak perekonomian perdesaan untuk percepatan penurunan kemiskinan perdesaan.

Baca Juga  Klinik Bumdesa Raih Best of The Best Kovablik Jatim 2020

Dalam waktu kurang dari dua tahun, Klinik BUMDesa telah berhasil meningkatkan kinerja BUMDesa menjadi kategori Maju.

Hingga akhir November 2020, telah tercatat 6.098 BUMDesa di seluruh Jawa Timur, meliputi, 487 BUMDesa dengan kategori Maju, 2.280 BUMDesa kategori Berkembang dan 3.331 BUMDesa kategori Pemula.

Dalam waktu yang sama, Klinik BUMDesa juga mampu mewujudkan sinergitas pentahelix dalam pembinaan BUMDesa. Di antaranya, berupa kerjasama dengan PT HM Sampoerna (20 unit BUMDesa), PT Pos Indonesia (833 unit BUMDesa), Bank BNI 46 (1.341 BUMDesa), PT Mitra Bumdesa Nusantara (2 unit BUMDesa), Bank UMKM Jatim (1 unit BUMDesa), dan PT Pertamina (pendirian pertashop di 14 BUMDesa).

Selain itu, juga berupa kerjasama dalam wujud platform jual beli online Tokopedia (3 BUMDesa), 16 Perguruan Tinggi Negeri dan 7 Perguruan Tinggi Swasta di Jatim melalui KKN Tematik dan Doktor Mengabdi, serta Lumbung Pangan Jatim kkkk(82 BUMDesa). (*)