Ramai Dikunjungi, Mampu Berdayakan Masyarakat

252
banner berisi pesan pengelola kepada pengunjung (Foto: Afandi/Derap Desa)

 Sedikitnya ada 15 orang yang dilibatkan dalam pengelolahan internal wisata MTS Besur. Mereka bertugas merawat, mengembangkan dan bersama-sama memikirkan keberlangsungan wisata. “Mereka inilah orang-orang yang menjadikan wisata ini berkembang lebih pesat,” imbuh Haris, Kepala Desa Besur.

Selain 15 orang itu, lanjut dia, memang banyak kalangan masyarakat yang menggantungkan hidup dari adanya wisata MTS. Diantara tukang parkir dan para pedagang. Di wisata ini, tercatat ada 17 tukang parkir dan 23 pedagang. Bahkan, ada salah satu kisah tersendiri dari mereka yang terekam di telinga Haris.

Ia mengisahkan, ada salah satu warganya yang sempat tinggal di Lombok. Lalu, karena ikut terkena imbas dari bencana, akhirnya warganya itu kembali ke desa dan berjualan di area wisata MTS. “Sekarang sudah tidak mau kembali lagi. Ya, salah satunya berkat adanya wisata ini,” timpalnya lantas terkekeh.

Baca Juga  Bisa Happy Berkat Hobby

Kades lulusan jurusan teknik UNHAS Makasar ini mengakui, wisata di desanya itu memang makin ramai dikunjungi. Di hari biasa saja pengunjung mencapai sekitar 1500 orang dan saat sabtu minggu atau hari libur mencapai 3000 pengunjung. Nyatanya, selain beberapa langkah yang sudah dilakukan internal, ia juga merasa diuntungkan medsos yang secara tidak langsung mengenalkan ke khalayak.

Untuk menikmati wisata yang buka mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB ini pengunjung dikenakan tiket Rp 2 ribu. Tahun 2019, kata dia, wisata ini akan dikembangkan menjadi 4,5 hektar ke arah selatan. Selain itu, untuk lebih meningkatkan edukasi, pihaknya juga akan menambah jenis varietas padi.

“Satu harapan saya, kedepan wisata ini akan terus berkembang. Mengapa? Karena, banyak mesyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya disini. Jika wisata ini berkembang pesat, selain masyarakat lebih berdaya, otomatis PAD (Pendapatan Asli Desa, red) juga pasti meningkat,” pungkasnya (fan)