Menikmati Pesona Air Terjun Purba Tirai Bidadari

114

Potensi dan pesona keindahan alam daerah di Jawa Timur terus dieksplorasi. Kabupaten Probolinggo, misalnya, salah satu daerah yang tak pernah lelah menggali potensi itu.

Kabupaten yang saat ini dipimpin bupati perempuan itu menyimpan potensi wisata alam yang seolah tak pernah habis. Ada wisata bahari hingga panorama alam pegunungan yang sama-sama memiliki pesona yang menakjubkan dan digemari wisatawan. Tinggal bagaimana memolesnya.

Kemunculan destinasi wisata baru yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Kabupaten Probolinggo dalam lima tahun terakhir membuktikan, masih banyak deretan spot wisata alam yang menunggu dieksplorasi dan dikembangkan.

Pemkab Probolinggo melalui program-program prioritas pendukung sektor wisata terus berupaya mendorong masyarakat dan pemerintah desa agar lebih berperan aktif dan mandiri dalam pengelolaan dan pengembangan potensi wisata di wilayahnya.

Setelah viral dan booming Air Terjun Jaran Goyang dan Air Terjun Kalipedati di Kecamatan Krucil, pada tahun 2019, kini ada satu lagi spot wisata air terjun yang bakal menyusul dan tampaknya bakal menjadi salah satu spot wisata andalan.

Namanya Air Terjun Purba Tirai Bidadari. Nama itu mungkin belum banyak diketahui orang, bahkan sampai saat ini namanya saja sangat jarang didengar. Tak mengherankan, sebab air terjun itu yang mestinya berada di wilayah adminsitratif Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, sangat tersembunyi dan relatif sulit diakses.

Baca Juga  Siraman Sedudo Pikat Wisman 7 Negara

Namun berbeda jika dilalui dari Desa Jangkang yang ternyata memiliki jalur yang lebih mudah dilalui. Tepatnya di Dusun Lalangan RT 01 RW 01. Spot air terjun purba ini hanya berjarak tiga kilometer dari pusat Desa Jangkang, yang setengah jaraknya harus ditempuh dengan jalan kaki melalui areal perkebunan masyarakat dan hutan bambu Perhutani seluas setengah hektar.

Selama ini, satu-satunya cara bisa menikmati keindahan tersembunyi dan terasing ini adalah dengan memanfaatkan layanan wisata arung jeram di Desa Ranugedang. Air terjun ini juga menjadi spot favorit bagi penggemar olahraga air deras ini.

Green Canyon Probolinggo
Bahkan mereka juga sering menyebut sebagai Green Canyon Probolinggo, karena memang sepanjang aliran sungai ini berwarna kehijauan dan berhias ngarai tebing terjal dan berukir-ukir.

Air terjun purba tirai bidadari yang disebut-sebut sebagai green canyon probolinggo

Menariknya air terjun yang mengucur langsung pada permukaan air sungai ini terbentuk dari 16 titik mata air yang berada pada puncak tebing. Aliran deras airnya yang mampu menembus tebing kemudian secara alami membentuk gugusan stalaktit dengan ukuran yang bervariasi sehingga menyerupai lorong panjang mirip goa.

Baca Juga  Hutan Bambu Andeman Bikin Adem

Belum ada penelitian lebih lanjut tentang perkiraan usia stalaktit ini, namun melihat ukuran dan panjangnya yang hampir menyentuh permukaan sungai diperkirakan proses alamiah ini berlangsung sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam.

Sebelumnya nama Air Terjun Pelangi dan Goa Kelelawar sempat disematkan pada kawasan tersebut. Sebab kawasan ini ternyata juga menyimpan fenomena alam lain yang cukup langka dan spektakuler, yakni penampakan bias-bias pelangi yang bisa dilihat pada setiap pagi dan sore hari ketika matahari sedang bersinar terang. Lorong stalaktit yang mirip goa ini ternyata juga dihuni ribuan kelelawar yang terlihat keluar masuk goa.

Bagi penikmat petualangan dan pemburu keindahan fenomena alam, tentu menjelajahi spot wisata semacam ini akan menjadi agenda wajib. Pemerintah Desa Jangkang bersama LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dan pemuda berinisiatif membangun spot pandang yang berada tepat di depan air terjun.

Rencana ini sekaligus guna mengenalkan lebih luas potensi wisata yang juga bisa diakses melalui Desa Jangkang itu. Agar lebih representatif, perbaikan dan pelebaran jalur pun dilakukan, penyiapan lahan parkir kendaraan juga dilakukan secara swadaya dan gotong royong. Inisiatif ini juga dimotori Wahid Nurahman, salah satu anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, yang getol dalam mendorong pengembangan sektor wisata.

Baca Juga  BPBD Bentuk Desa Kedungsumur sebagai Destana

Wahid mengemukakan pihaknya akan terus men-support siapa saja yang ingin merintis pengembangan wisata. Ini sesuai dengan visi misi Pemkab Probolinggo yang terus berupaya membenahi pembangunan sektor wisata.

“Sangat disayangkan jika keindahan fenomena alam yang langka ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan terbatas. Menurut kami ini sangat berpotensi dikembangkan lebih lanjut,” kata Wahid Nurahman.

Ketua LMDH Desa Jangkang,
Hasbullah (44), menyatakan, karena terletak di Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Perhutani, tepatnya pada Petak 62A, KRPH Segaran, BKPH Bermi, membuat Air Terjun Tirai Bidadari ini tetap lestari dan relatif aman dari praktik perusakan lingkungan.

Pihaknya juga berencana tidak akan terlalu banyak mengubah bentuk asli kawasan ini. Kawasan KPS seluas 36 hektar ini juga didominasi hutan bambu dan vegetasi perintis yang berfungsi sebagai penguat kontur tebing sungai.

“Selain itu kawasan ini juga menjadi rumah bagi satwa liar seperti burung-burung dan primata. Oleh sebab itu kami juga berkomitmen tetap menjaga keamanan dan keutuhannya,” ujar Hasbullah. (*)