Minta Bonek-Aremania Rukun, Gubernur Khofifah Siap Jadi Juru Damai

46
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalam acara Ngaji Kebangsaan bersama Grup Band Slank di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, Minggu 7 April 2019. Ia menyampaikan pentingnya perdamaian antar-supporter menjelang babak final Piala Presiden 2019 antara Persebaya Surabaya dengan Arema FC.

Menjelang bergulirnya leg pertama Final Piala Presiden 2019 antara Persebaya Surabaya vs Arema FC, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sore nanti (9/4), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kedua supporter tim menjaga suasana. Ia berharap pertandingan berjalan dengan guyub rukun dan tidak melahirkan pertikaian, serta dendam.

Hal itu diungkapkannya ketika mengikuti gelaran konser Slank yang bertajuk Ngaji Kebangsaan di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, (7/4). Menurut perempuan yang juga Ketua PP Muslimat NU tersebut dampak dendam dan perseteruan yang terjadi selama ini hanya menimbulkan dampak negatif bagi Jatim. Pasalnya, selama ini Jatim dikenal karena guyub rukun dan memiliki pengaruh besar di bidang sepakbola.

“Ayo bareng-bareng membangun persepakbolaan Jawa Timur. Saya  ingin Aremania dan Bonek bikin damai sejuk dan tidak ada keributan dalam bentuk apapun. Mari kita syukuri nikmat all Jawa Timur Final ini,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim terkait pengamanan selama pertandingan. Ia juga telah meminta aparat kepolisian untuk tidak mentolerir segala bentuk anarkisme selama pertandingan. Selain itu, Khofifah mengaku siap menjadi penengah untuk mendamaikan Bonek dan Aremania.

“Pokoknya harus damai. Cari akar persoalannya dan buat kesepakatan bersama agar perseteruan diantara keduanya tidak terus berlarut. Jawa Timur yang merugi,” tambahnya.

Menurut Khofifah, potensi persepakbolaan di Jatim tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada perhelatan ini saja diikuti enam klub dari berbagai daerah di Jatim. Di antaranya Persebaya Surabaya, Arema FC Malang, Deltras Sidoarjo, Persik Kediri, Persela Lamongan, dan Madura United.

Untuk itu ia menginginkan di Jatim dibanjiri lebih banyak prestasi, ketimbang isu-isu kurang produktif,  seperti bentrok antarsuporter, perusakan fasilitas olahraga, dan lain sebagainya.

“Ini kali pertama Final Piala Presiden 2019 mempertemukan dua tim dalam satu provinsi. Bisa dibilang ini adalah Derby Jawa Timur. Makanya saya ingin semua pihak dapat menahan diri,” tuturnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Hadir di acara Ngaji Kebangsaan bersama Prof Mahfud MD, Ustadz Yusuf Mansur dan Gus Ipul di Lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya.

Suarakan Jangan Golput

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Khofifah berpesan kepada slankers untuk menggunakan hak pilihnya dalam konstelasi Pemilu 17 April 2019 mendatang. Sebab, menurut Khofifah memilih golput bisa merugikan negara.

“Pilih sesuai hati nurani, yang terbaik dari yang terbaik. Jangan sampai Golput karena akan sangat merugikan negara,” tuturnya.

Mantan Menteri Sosial RI itu menambahkan, partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi mendatang itu memiliki dampak signifikan. Sebab, hal itu juga menentukan masa depan dan arah pemerintahan Indonesia lima tahun mendatang.

Seperti diketahui, gelaran konser tersebut dihadiri berbagai tokoh nasional dan Jawa Timur. Adapun di antaranya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Mantan Wakil Gubermur Jatim Saifullah Yusuf, dan Ustadz Yusuf Mansur. (dd-07, hms).